Minggu, 25 Oktober 2009

Pesan menurut Tradisi Sosiopsikologis

Ruang lingkup Pesan:

- Bagaimana menggunakan bahasa- kata dan kalimat?

- Bagaimana menyampaikannya?

- Petunjuk nonverbal dan perilaku apa saja yang menyertainya?

Fokus Sosiopsikologis:

- Komunikator individual dalam mengelola pesan

- Berorientasi kognitif dalam menjelaskan bagaimana individu mengeintegrasikan informasi dan merencanakan pesan.

- Pilihan dan strategi individu dalam mencapai tujuan pesan, dan perbedaan pada tiap individu dalam merencanakan pesan dan disainnya

Teori dan Model:

(1) Teori Action Assembly, (2) Model Strategy Choice, (3) Model Message Design, dan (4) Teori Semantic Meaning

Teori Action Assembly

John Greene:

n Menyelidiki cara kita mengorganisasikan pengetahuan di pikiran kita dan menggunakannya untuk membentuk pesan.

n Pesan dibentuk berdasarkan:

(a) Content Knowledge. Kita tahu sesuatu.

(b) Procedural Knowledge. Kita tahu bagaimana melakukan sesuatu.

Penjelasan: Kumpulan pengetahuan tentang perilaku, konsekuesi, dan situasi yang saling terkait yang kita rangkai di pikiran menjadi prosedur kita berperilaku.

n Procedural Records. Pengetahuan2 yang sering kita aktifkan secara bersama-sama yang kemudian terekam kuat di pikiran kita.

n Selecting. Kita melakukan seleksi terhadap rekaman sejumlah prosedur perilaku dan memilih beberapa yang paling cocok untuk diterapkan dalam situasi tertentu supaya konsekuensi yang kita harapkan terjadi.

n Unitized Assemblies. Perilaku yang terprogram, yang sudah menjadi kebiasaan.

n Output Representation. Rencana yang timbul di pikiran kita mengenai tindakan yang akan kita ambil ketika menghadapi situasi tertentu.

n Coalition. Sejumlah prosedur yang berbeda terpicu muncul di pikiran, kemudian saling berkoalisi menyusun rencana2 dalam bentuk Output Representation.

n Decay. Rencana yang yang kurang relevan akan tersingkir dengan sendirinya.

Model2 Strategy Choice:

Compliance Gaining

Mendapatkan kepatuhan orang lain.Tujuan komunikasi umumnya adalah agar orang lain mengikuti keinginan kita.

Gerald Marwell dan David Schmitt:

n Pendekatan teori pertukaran. Kepatuhan didapat setelah pencari kepatuhan menukarkannya dengan sesuatu yang lain yang ia tawarkan.

n Model ini berorientasi kekuasaan atau berdasarkan sumber daya yang dimiliki.

n Lima Straregi umum atau taktik memperoleh kepatuhan:

1. Rewarding (termasuk Promising)

2. Punishing (termasuk Threatening)

3. Expertise (termasuk memberitahu adanya Reward)

4. Impersonal Commitments (termasuk tuntutan moral)

5. Personal Commitments (seperti mengingatkan utang)

Lawrence Wheeless, Robert Barraclough, dan Robert Stewart:

n Kekuasaan merupakan akses kepada sumber2 yang berpengaruh. Besarnya kekuasaan kita adalah sebanyak kekuasaan yang menurut persepsi orang lain kita miliki.

n Tiga tipe umum kekuasaan:

1. Kemampuan yang dipersepsikan dapat memanipulasi konsekuensi suatu perbuatan. Misalnya, punishment and reward.

2. Kemampuan yang dipersepsikan dapat menentukan posisi seseorang dalam hubungannya dengan orang lain.

3. Kemampuan yang dipersepsikan dapat memutuskan nilai yang harus diberlakukan atau kewajiban yang perlu dikerjakan..

Constructivism

Jesse Delia: Individu menginterpretasi dan bertindak menurut kategori2 konseptual di pikiran. Realitas mengemuka setelah disaring melalui cara tiap orang melihat sesuatu.

Sebagian didasarkan pada Teori Personal Constructs George Kelly:

n Kita memahami pengalaman dengan mengelompokkan kejadian menurut kesamaan dan membuat pembedaan antar sesuatu hal.

n Perbedaan dibuat di dalam sistem kognisi individu.

n Dengan mengklasifikasi pengalaman ke dalam kategori2, individu memberi makna.

n Konstruk diorganisasikan ke dalam skema interpretatif- yang berkembang mengikuti kedewasaan seseorang dan interaksinya dengan orang lain.

n Cognitive Differentiation. Banyaknya konstruk yang kita pakai untuk membahas topik tertentu

Delia:

n Pesan bervariasi menurut tingkat kompleksitasnya. Pesan yang kompleks berisi tujuan2 yang terpisah untuk dicapai secara bersamaan.

n Perceptive Taking. Kemampuan seseorang membuat pesannya dimengerti karena kompleksitas kognitif yang dimilikinya untuk mengerti perspektif orang lain.

n Person-Centered Communication. Menyesuaikan komunikasi seseorang dengan orang lain.

Politeness Strategies

Kesantunan atau menyelamatkan muka orang lain, sering menjadi salah satu tujuan yang kita ingin capai.

Penelope Brown dan Steven Levinson:

n Setiap hari kita merancang pesan yang menyelamatkan wajah sekaligus mencapai tujuan lainnya. Karena itu, kesantunan adalah nilai yang universal yang terdapat di semua budaya.

n Face Needs. Setiap orang butuh dihargai dan dilindungi.

n Positive Face. Hasrat untuk dihargai dan diakui, disukai dan dihormati.

n Negative Face. Hasrat untuk bebas dari beban dan gangguan.

n Face-Threatening Acts (FTAs). Kita melakukan aksi mengancam ini setiap saat kita merasa perilaku kita berpotensi gagal memenuhi Face Needs.

Model2 Message Design:

Planning Theory

Charles Berger:

n Proses yang ditempuh individu dalam merencanakan perilaku komunikasinya.

n Rencana2 adalah representasi kognitif yang hirarkis atas rangkaian aksi yang mempunyai tujuan. Atau dengan kata lain, langkah2 yang kita bayangkan untuk mencapai tujuan.

n Social Goals. Komunikasi menjadi penting untuk memenuhi tujuan sosial.

n Metagoals. Tujuan2 yang merupakan bagian dari proses perencanaan itu sendiri; sebagai panduan bagi rencana yang kita buat.

n Canned Plans. Rencana yang tersimpan di memori jangka panjang kita.

n Working Memory. Tempat kita dapat menggunakan beberapa bagian dari rencana, pengetahuan, dan pemikiran kreatif lama kita sebagai cara untuk mendekati masalah.

n Specific Domain Knowledge. Informasi tentang topik rencana kita.

n General Domain Knowledge. Informasi tentang bagaimana mengkomunikasikannya.

n Low-Level Plan Hierarchy Alterations. Mencoba aksi lain yang spesifik.

n Kelayakan sosial adalah metagoal yang penting.

n Action Fluidity. Kenyamanan dalam melaksanakan rencana.

Message Design Logic

Barbara O’Keefe:

n Pikiran tiap orang berbeda mengenai komunikasi dan pesan, dan merekapun memakai logika yang berbeda dalam memutuskan apa yang mereka katakan kepada orang lain dalam situasi yang mereka hadapi.

n Istilah logika disain pesan menggambarkan proses di balik pesan.

n Expressive Logic. Komunikasi sebagai alat ekspresi diriuntuk mengkomunikasikan perasaan dan pikiran. Maka pesannya terbuka dan bersifat reaktif. Self-centered, bukannya person-centered.

n Conventional Logic. Komunikasi sebagai permainan yang dimainkan dengan mengikuti aturan. Sebagai alat ekspresi diri yang tunduk kepada aturan dan norma2, termasuk hak dan kewajiban tiap orang yang terlibat. Pesannya santun, pantas, sesuai aturan yang tiap orang sudah ketahui.

n Rethorical Logic. Komunikasi sebagai cara mengubah aturan melalui negosiasi. Pesannya didisain fleksibel, penuh ide, dan person-centered. Persuasi dan kesopanan menjadi tujuan yang harus sama2 dicapai.

n Message Diversity. Situasi yang membuat pesan bisa berbeda atau sama.

Semantic Meaning Theory

Interpretasi adalah istilah untuk cara kita memahami pengalaman kita. Untuk itu, makna dipelajari, dan karenanya berhubungan dengan pikiran dan perilaku.

Charles Osgood:

n Learning Theory: Hubungan Stimuli – Respon berpengaruh dalam menciptakan makna.

n Urutan proses S – R: (1) Stimuli Fisik, (2) Respon Internal, (3) Stimuli Internal, (4) Respon Keluar.

n Connotative. Makna yang bersifat internal dan unik menurut pengalaman pribadi individu terhadap stimuli alami.

n Makna juga merupakan hasil dari dipelajarinya hubungan antar tanda. Berlangsung secara abstrak, tanpa kontak fisik dengan stimuli aslinya.

n Semantic Differentials. Metode pengukuran makna dengan memakai kata2 sifat untuk mengekspresikan konotasi kita terhadap stimuli, termasuk tanda.

n Factor Analysis. Teknik statistik untuk mencari dimensi dasar makna.

n Semantic Space Theory. Makna kita terhadap tanda terdapat di alam metaforis tiga dimensi berikut:

1. Evaluation (baik atau buruk)

2. Activity (aktif atau tidak aktif)

3. Potency (kuat atau lemah)

Jumat, 26 Desember 2008

“PERSELINGKUHAN ANTARA LEMBAGA SURVEI DAN KONSULTAN POLITIK”


Employees of the Center must avoid conflicts of interest or the appearance of conflicts of interest. They should never engage in any activity that might compromise or appear to compromise the Center's credibility or its reputation for independence or impartiality. All employees are required to seek prior approval from a supervisor before engaging in any activity that may be deemed a potential conflict of interest, including membership in groups, boards and associations that may call into question the Center's credibility or its reputation for impartiality. (Pew Research Center Code of Ethics on Conflicts of Interest)


Iklan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 16 Desember 2008 yang menegaskan bahwa “Di Negara Demokrasi Lembaga Survei (Peneliti/Pollster) dapat merangkap sebagai Konsultan Politik” sungguh sangat provokatif. Siapa sebenarnya yang ingin diprovokasi? Para calon klien? Para pesaing? Atau lembaga semacam KPU dan pemerintah?
Setelah saya membuka dua situs Pew Research Center dan Rasmussen, jelas kiranya bahwa Komunikasi Politik hanya atau terutama mengakui Pollster ini dibanding Campaign Pollster semacam LSI milik Denny J.A. Begitu banyak macam poling yang telah dilakukan Pew Research Center dan Rasmussen yang menurut saya sangat independen, atas inisiatif sendiri, dan bukan pesanan partai atau kandidat. Rasmussen terakhir (22/12) membuat poling tentang dinasti politik di AS, di mana 47% mengaku khawatir. Sementara Pew Research Center mensurvei tingkat kepercayaan publik atas transisi dari Bush ke Obama (23/12). Penjelasan tentang kebijakan Obama (72% disetujui), Pemilihan kabinet (71% disetujui), Banyaknya orang-orang di zaman Clinton (63% bagus).
Seperti kita ketahui, di negeri-negeri yang menganut sistem demokratis, metode survei digunakan untuk mengetahui pendapat publik. Atas dasar asumsi, pendapat publik amat penting bagi pembuat kebijakan, berbagai teknik canggih telah dikembangkan para ilmuwan politik. Studi tentang pendapat umum di Amerika Serikat (AS) telah mengalami perkembangan pesat sejak 1950-an, terutama untuk mengetahui sikap dan preferensi politik masyarakat umum. Pada era 1970-an, metode ini kian populer untuk mengetahui bagaimana pengaruh kebijakan publik terhadap pendapat umum atau sebaliknya, bagaimana pendapat umum memengaruhi kebijakan publik.
Selain munculnya lembaga pengumpul jajak pendapat, marak pula kehadiran konsultan politik. Seorang konsultan politik adalah seorang profesional kampanye yang terlibat dalam pemberian nasihat dan jasa-jasa kepada para kontestan pemilu, baik berupa jajak pendapat, produksi, dan penciptaan media. Di sinilah kadang konflik interes terjadi, bisa seorang pollster sekaligus konsultan politik.
Fenomena konsultan politik seperti di AS ini juga telah merambah ke tanah air, terutama sejak diterapkannya sistem pemilihan presiden secara langsung pada 2004. Setelah itu, sejak 2005 ketika pemilihan kepala daerah juga dilakukan secara langsung, ‘industri’ tim sukses dan survei ini kian marak.
Konsultan politik harus bersikap profesional dan bersikap jujur tentang aneka kelemahan dari survei yang dilakukan atau dilakukan pihak lain. Mereka juga harus mau bersikap jujur untuk memberitahukan siapa yang mensponsorisurvei dan jajak pendapat yang mereka lakukan. Di AS misalnya, salah satu kode etik yang disepakati melalui Asosiasi Amerika untuk Penelitian Pendapat Publik (American Association for Public Opinion Reserarch) telah mencantumkan keharusan bagi lembaga yang melakukan penelitian pendapat publik. Konsultan politik yang profesional adalah yang mampu mengantarkan kliennya ke tujuan dengan cara-cara yang cerdas, bermartabat, dan efisien.
Kembali soal iklan LSI di atas, tampaknya ini merupakan bagian dari upaya Denny J.A. ingin menguasai pasar pollster dan konsultan politik di Indonesia untuk mencapai rekor dunia. Entah apanya yang paling di dunia.
Dalam setahun terakhir ini banyak survei politik dilakukan lembaga yang sudah dikenal masyarakat seperti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Indo Barometer. Siapakah mereka itu?
Uniknya, ketiga lembaga ini dahulu berasal dari satu institusi yang sama di bawah Denny JA, yaitu Lembaga Survei Indonesia. Dalam perjalanannya, Syaiful Mujani mengundurkan diri dari LSI dan membentuk LSI baru dengan nama yang sama yaitu Lembaga Survei Indonesia, sedangkan Denny JA dan M. Qodari tetap di LSI dengan nama baru Lingkaran Survei Indonesia, baru kemudian M. Qodari pecah kongsi dengan Denny J.A dan kemudian membentuk Indo Barometer.
LSI Syaiful Mujani dan Indo Barometer M Qodari tampaknya memilih di jalur yang memisahkan antara pollster dengan konsultan politik. Hali itu diyakini akan lebih menghasilkan survei yang akurat dan kredibel. Sementara Denny J.A berpendapat lain. Sah-saja bila lembaga survei bergerak sekaligus konsultan politik partai, kandidat Presiden atau berbagai kandidat dalam Pilkada. Di AS pun sejak 1970-an konsultan politik yang sekaligus melakukan survei tumbuh bak jamur di musim hujan, yang berdampak negatif bagi fungsi mesin partai karena digantikan para konsultan politik profesional.
Nah bagaimana dengan kita? Saya jelas mendukung sikap seperti LSI Syaiful Mujani dan Indo Barometer M. Qodari. Bagaimana pun, demi profesionalitas, kita harus memisahkan antara pekerjaan pollster dengan konsultan politik. Jika kita bekerja dengan kode etik yang jelas, seperti dokter, pengacara atau wartawan, maka profesionalitas kita juga akan terjaga.

Yogyakarta, 23 Desember 2008
TRI AGUS SUSANTO

Minggu, 21 Desember 2008

SEPENGGAL KISAH DAN KASIH YANG LALU "It's About Love, Hate, And Everything Between"

Ini adalah kisahku yang terjadi sekitar satu tahun yang lalu...untuk menjaga privacy orang - orang terlibat di dalamnya maka semua nama tempat (kecuali Kota) dan pelaku adalah bukan nama sebenarnya

Jakarta 25 April 2007
21:00 wib.

Sudah 2 bulan ini aku melakukan pe-de kate terhadap SY meski selama 2 bulan itu pula di tempat AG pada bulan agustus tahun lalu saya merasa seperti tersentak seolah ada ribuan kilo volt listrik yang mengalir di segenap tubuhku…I fall in love in the first sight. Akhirnya dengan segala usaha dan upaya akhirnya aku bisa memperoleh no HP nya itupun 3 bulan kemudian baru AG mau ngasih setelah sebelumnya 3 kali permintaanku ditolak. Namun berkat startegi memeras dan memelas akhirnya aku bisa dapat no HP nya. Pada awalanya ketika pertama kali aku sms dia ajak kenalan, tanggapannya begitu dingin namun seiring dengan waktu, sikapnya mulai melunak dan mulai membuka diri. Selama bulan ini kami hanya berhubungan lewat SMS, menelponpun aku belum begitu berani, ada macam – macam ketakutan yang mengahntui, takut kagok lah, takut tiba tiba gak bisa ngemeng, takut pulsa membengkak, takut ini, takut itu dan sejuta ketakutan lainnya…


26 April 2007
21:00 wib
Hi…teman aku SY ..aku ganti nomor yah jadi no hp ku yang kemarin gak aku pake lagi, jadi kalo mau hubungi aku ke nomor ini aja yah thanks…
From : +6281387611XXX
20:08 26/04-07


Sebait sms dari SY yang mengkabarkan dirinya telah berganti nomor, dari Im3 menjadi simpati Telkomsel …seru neh kalo gini jadinya aku bisa lebih mudah dan murah kalau ingin meneleponnya karena berasal dari operator yang sama jadi bisa memanfaatkan fasilitas TTM (telpon tengah malam) salah satu fasilitas yang ditawarkan oleh simpati sehingga menelepon pada jam jam tertentu asalkan dari operator yang sama bisa jauh lebih murah. …
I JUST CALL TO SAY I LOVE U…



29 April 2007
23:30 wib
Aku selalu mendambakan hidup yang tenang di tempat yang sunyi dan berbuat bagi sesama. Mengerjakan sesuatu yang bermanfaat kemudian mengisi waktu luang dengan mendengarkan music dari alam. Dan puncak dari semua kebahagiaan itu adalah hidup di samping SY dan membentuk keluarga ang bahagia.
Aku ingin cinta yang mengendalikan hidup bukan hidup yang mengendalikan cinta. Aku ingin menyusun hidupku menjadi sebuah kisah cinta yang bahagia, sekali aku mencinta aku harus mendapatkannya
NEVER SURRENDER


2 Mei 2007
Jakarta 23:00 wib
Segala sesuatunya menjadi serba tidak jelas, keadaan kantor lagi muram, para direksi tidak berani angkat bicara mengenai apa sebenarnya yang dialami oleh perusahaan yang tahun lalu sempat Berjaya ini, apakah dia akan bangkrut ataun hanya sekedar guncangan sesat saja namun dengan bagaimanapun dalam keadaan seperti ini aku harus segera menginstruksikan kepada para bawahan di Divisi ku untuk mulai mengencangkan ikat pinggang, berjaga jaga apabila sewaktu waktu akan ada yang dirumahkan atau di PHK dan masih banyak kemungkinan buruk lainnya, aku sendiri mulai melempar lamaran ke mana mana.
03 mei 2007
22:00 wib
LONELY IM MR. LONELY I HAVE NO BODY…

04 Mei 2007
TAK PERLU RISAU ANAK MUDA, HIDUP TAK SEKEJAM YANG KAU BAYANGKAN
-Kata seorang teman bernama FM”

06 Mei 2007
13:00 Wib
Aku menelepon SY, dia lagi berada di Surabaya, pembicaraan berjalan agak kaku, ku kira baik aku sendiri maupun dia kurang menikmati percakapan. Mungkin karena factor kami belum pernah bertemu saja sehingga kurang akrab, atau mungkin factor aku nya yang terlalu terbebani, yah terbebani oleh sejuta perasaan yang tidak menentu, antara ingin mengatakan atau tidak, yah aku sangat ingin mengatakan kalau aku begitu menginginkannya namun sangat tidak mungkin dengan kondisi kami saat ini, bisa saja saya dikatakan gila kalau mengatakan itu secepat ini.

22 Mei 2007
Jakarta 23 : 00 WIB
I feel alone and Desperate…
…ada ruang hampa di hati berharap terisi…
Ternyata seoarang lelaki tegarpun tak kuasa bertahan menanggung sepi..
Betapa kubutuh wanita setia bersandar di dada..
(Ruang Hampa :”Katon Bagaskara” )



Aku merasa seperti ada yang kurang dari diriku aku butuh seorang perempuan yang bersedia menerimaku apa adanya bukan ada apanya..Perempuan yang ketika aku memandangnya aku menemukan kedamaian darinya…Perempuan yang selalu membuat rindu untuk pulang setelah bepergian..Perempuan yang bukan hanya bersedia menampung spermaku, tapi juga mau menampung segala keluh kesahku..Perempuan yang tidak hanya mau melahirkan anak2ku namun ia juga mau menajdi madrasah bagi mereka..Perempuan yang baik bagiku dan aku baik baginya…Perempuan yang bisa terus memaksaku untuk memperbaiki hidup..Perempuan yang dengannya, dapat berlari bersama menuju Tuhan dan menyentuh wajah Ilahi..Aku berharap hal tersebut ada pada SY paling tidak beberapa point saja deh

23 MEI 2007
Jakarta 21: WIB
Cuman satu hal yang membuatku senang hari ini yaitu mengobrol 10 menit via telepon dengan SY..selebihnya kejadian hari ini benar benar membuatku ingin berteriak I HATE MY SELF… Bagaimana tidak, setelah mengoprek komputerku di kantor tiba tiba saja Hardis ku mati total sehingga lenyaplah file file penting di dalamnya, sepertiny ada kesalahan prosedur sewaktu aku hendak mengawinkan hardisk.
Kejadian lain yang membuat jengkel adalah begitu sampe di rumah ternyata kunci yang yang juga bisa berfungsi sebagai obeng ketinggalan di dalam CPU computer, mau tidak mau aku untuk bisa masuk ke halaman rumah aku harus memanjat pagar yang tinggi (untung saja tidak ada yang teriak maling) dan duduk di teras yang gelap berbagi darah dengan nyamuk sembari menunggu orang orang pada pulang membawa kunci, untunglah SY mau menemaniku lewat sms jadinya kedongkolan ku bisa sedikit diminimalisir..
I CAN WAIT FORVER IF U SAY U’LL BE THERE TO (Air Suply)
29 mei 2007
Jakarta 19:00 WIB




Tuhan Maha Baik, dia selalu tahu apa yang dibtuhkan buat hambanya, padahal aku sebenarnya sudah benar benar terpojok dalam urusan financial, yang diakibatkan gaji berbulan bulan belum dibayar..namun selalu ada kemudahan di tengah kesulitan, setelah lama tidak pernah berhubungan dengan Om Agus tiba tiba saja dia menelpon dan menawarkan untuk turut serta terlibat dalam project pembuatan Iklan TVC Taman Buah Mekarsari dengan Kontrak per-hari yang cukup lumayan buat orang yang lagi linglung mencari sumber pundi pundi baru seperti diriku ini…



3 Juni 2007

Saya udah coba buat ngertiin semua…tapi tetap saja gak bisa..dan sekarang saya mesti bilang ke kamu kalau itu dah nyakitin saya..saya mau nangis karena itu semua…
From : Rara
22 : 15 03/ 06-07

Ra..maafkanlah kalau kamu memang sempat kuajak terbang tinggi dan membiarkanmu terhempas sendirian tak ada maksud seperti itu…dari kemarin aku tuh feel nothing ke kamu..dan gak ada bedanya dengan sekarang..please don’t make me feel like a fool..
Sent To : Rara
Sending date 3/06/2007 status delivered
Delivery Time 3/06/2007 22:45



Juni 2007
Kantor Jakarta 15:00 WIB

Okt datang ke kantor dengan wajah panic, ia sedang kesulitan mencari pinjaman dana untuk biaya cesar istrinya, yang nota bene masih kurang 3 juta, tanpa pikir panjang lagi ku keluarkan semua uang yang ada di dalam kantongku yang baru saja kuterima dari mas Agus padahal sebenarnya itu adalah biaya hidupku selama sebulan. Tapi mau bagaimana lagi, saya rasa dia lebih membutuhkannya toh saya bisa mencari lagi atau berutang ala kadarnya kepada teman. Saya cuman berusaha untuk ber-empaty bisa saja apa yang dialami oleh Okt bisa saja suatu hari juga akan kualami dan bagaimana rasanya jika di saat saat tersebut orang orang yang kita anggap dekat tidak member pertolongan, saya dengan Okt sebenarnya tidak begitu dekat, hanya kenal namun jarang melewati berbagai hal secara bersama sama.

6 Juni 2007
NO BODY KNOWS MY SORROW
TO SY I GIVE OF MY LOVE TO HER
SHE DOES’NT KNOW IF I LOVE HER

13 Juni 2007
12:00 WIB
Bagaimana harus kuungkap pengakuan ini “ AKU JATUH CINTA BERULANG KALI PADA MATAMU” Danau Di tepi hutan di negeri ajaib Tapi cinta bukan sekotak popok kertas atau 99 sayap burung Avatar yang terbakar…cinta barangkali kegagapanku untuk mengakui “AKU CINTA BERULANG KALI PADA MATAMU” sebuah Telaga di dalam Hutan tempat bertemu semua musim…


Akhirnya kuungkap sebait kata cinta yang cukup manis menurutku kepada SY…kata cinta yang kurangkai sedemikian lama…meski hanya lewat sms tapi itu sudah lebih bagi orang yang tidak berani berkata cinta sepertiku..

16:00 WIB
SY menjawab lewat SMS bahwa dia belum bisa memutuskan saat ini…dia memintaku untuk bersabar …

21:00 WIB
Aku menelponnya tidak dijawab kemudian dia balik menelpon …ada yang lain dari nada bicaranya..hmmmm Night So Bright…

22:00 WIB
SG Office Boy di kantorku yang mantan mafia, mengajakku untuk ke tempat Dugem katanya mau dikenalkan dengan salah satu relasi TW

23:00 WIB
AZ menelepon minta kunci ternyata dia lupa membawa kunci..jadinya aku harus segera balik ke rumah,,.capeek deehh…





23:30 WIB
Aku sampai rumah menyerahkan kunci dan balik lagi ke tempat Dugem..untunglah aku masih bisa bertahan untuk tidak melakukan hal yang aneh aneh..ini kali pertamanya semenjak satu tahun terakhir aku menghentikan kegiatan seperti ini.

02:00 WIB 14 juni 2007
aku merasa sangat terasing di tengah keramaian, anak-anak lagi pada tinggi…akhirnya kuputuskan saja tidur di Sofa VIP Room yang kami sewa, ..dengan diiringi dentuman musik yang menghentakkan telinga, aku terlelap

03:30 WIB
Aku terbangun dari tidur, karena merasa sangat sesak dan susah bergerak seolah ada yang sedang menindihku…ternyata seorang perempuan asing yang memiliki paras tidak bisa dikatakan jelek,..sedang tertidur telungkup di atasku yang tidur terlentang, entah sejak kapan ia berada di atasku, yang jelas bajuku dipenuhi muntahannya yang berbau alkohol. Kudorong tubuhnya pelan-pelan dan membaringkannya di sofa tempatku tadi…sempat terpikir untuk mengambil kesempatan tapi cepat cepat pikiran nakal itu kutepis..dan segera memutuskan untuk pulang saja, tanpa pamit dengan yang lain sebab percuma saja mereka lagi pada tidak sadar…dalam perjalanan pulang pemandangan penyapu jalanan, para penjaja sayur, yg sudah beranjak mengais rejeki. hal itu membuatku serasa di tampar bagaimana tidak ada orang yang susah payah mengumpulkan rupiah ..sementara aku menghamburkannya dalam semalam yang jumlahnya bisa saja melebihi hasil kerja mereka dalam sebulan. …keadaan kontras tersebut membuatku berkomitmen dalam hati bahwa ini kali terakhir aku mengunjungi dunia gemerlap …WHAT THE HELL I’M DOING THERE…

26 Juni 2007
Aku mulai jengah dengan semuanya..dengan segala rutinitasku, mulai muak, dan jenuh…hidup dalam kepura-pura-an, menampilkan diri seolah sebagai sosok orang kaya agar klien percaya, dan aku sudah sangat bosan dengan itu, aku sudah capek membohongi diri sendiri, dan orang lain. Untunglah dengan SY selama ini aku selalu jujur dan terbuka apa adanya, dan itu yang membuatku sedikit nyaman ketika berkomunikasi dengannya tidak ada kepalsuan yang kusembunyikan dalam diriku.
Aku mungkin perlu warna baru dalam hidupku, sebuah warna pelangi bukan warna hitam, putih dan abu abu seperti warna hidupku selama ini…WHAT IS COLOR YOUR PARACHUTE
04 Juli 2007
SY mengabarkan kalau dia akan ke Jayapura sebagai crew pada Penerbangan Perdana LA menuju ibu Kota Provinsi Hitam itu. Sebenarnya tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan tapi buat jaga jaga tidak masalah aku menghubungi orang-orangku di sana untuk memastikan keamanannya selain itu mereka juga bisa berfungsi sebagai Guide yang mengantarnya kemanapun dia mau…dia harus menyaksikan keindahan pulau eksotis tersebut, bagaiamanapun I Just want to make her Happy…

08 Juli 2007
Aku tidak akan melarangmu ke manapun engkau mau pergi kecuali ke neraka…asal kasi kabar kamu di mana..biar aku di sini bisa mendoakan keselamatanmu…
Karena aku mencintaimu maka aku akan tidak pernah selesai mendoakan keselamatanmu..

Aku sedang mengkhawatirkan SY kabar terakhir semenjak di jayapura tidak pernah terdengar lagi…Ponsel nya tidak aktif membuatku berpikiran yang tidak tidak…Ke mana dia ? apa yang terjadi padanya ?
Ah mungkin aku yang terlalu paranoid…mungkin karena terlalu merindukannya..aku tahu dia bisa menjaga dirinya…tapi tak ada salahnya kalau aku mengkhawatirkannya…karena aku menyanganginya…aku tidak mau terjadi apa apa padanya dan aku berjanji akan membuat perhitungan dengan siapapun yang membuat hidupnya tidak nyaman…

AKU CEMAS KEHILANGAN DIA…
AKU CEMAS PADA KECEMASANKU…

17 Juli 2007
12:00 WIB
Hari ini aku menyatakan resign dari pekerjaanku…aku sudah tidak tahan lagi berada dalam suasana saling mencurigai dan saling menjatuhkan..belum lagi suara suara miring tentangku yang kadang membuat kuping ini panas..so untuk kebaikan semua ada baiknya saya yang pergi…meski tidak tau akan ke mana yang ku tahu hanya aku harus pergi…







22:30 WIB

Hari ini aku merasa begitu damai sekali…seperti terlahir kembali dan tanpa beban di kepala..aku merasa seperti seorang pria yang memutuskan untuk bercerai setelah sekian lama menjalani pernikahan yang tidak bahagia…ternyata aku tau sumber ketidak tenanganku selama ini adalah kantor itu..pekerjaan itu…jauh di lubuk hati ada perasaan khawatir juga sebenarnya akan menjadi pengangguran tapi tak apalah saya akan mulai berusaha lebih keras lagi untuk mencari pekerjaan…ingin rasanya SY berada di sisiku di saat saat seperti ini…

20 Juli 2007
Ciamis 06:00 WIB

Setelah melalui perjalanan selama 5 jam akhirnya aku tiba juga di Ciamis…sejak pertama tiba di sini aku langsung suak dengan kota ini, bersih, tertapa rapi dan iklimnya relatif sejuk. Sejenak aku melupakan segala permasalahn yang menderaku di jakarta yang membuatku malas memikirkannya.
Besok JBK akan melangsungkannya pernikahannya di kota ini dengan seorang gadi yang baru sebulan dikenalnya, ketika ia terjatuh dari motor di kota ini, dan gadis itu yang membawanya ke rumahnya dan merawat lukanya. Agak unik memang seperti cerita di film.
Jodoh memang agak sukar ditolak kapan dan darimana datangnya, terkadang kita telah berhubungan dengan orang dalama waktu yang cukup lama, tapi kenyataan biasa bicara lain, tidak berakhir pada pernikahan tapi perpisahan. Namun terkadang kita hanya bertemu dengan seseorang dan ternyata dia adalah jodoh kita. Mungkin chemistrinya ketemu.
Dan pada akhirnya yang terpenting bukanlah kuantitas hubungan atau seberapa lama dan seberapa intens kita berhubungan dengan orang tapi pada kualitas hubungan yakni bagaimana kita memaknai suatu hubungan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab ke-khalifaan.
JBK akan memasuki kehidupan yang baru besok, dia memasukinya tanpa rasa ragu dan khawatir sama sekali. Itulah yang membuatku ingin mengucapkan SELAMAT BERBAHAGIA JENDERAL…
SY.... LAGI SAKIT DI MAKASSAR... MUDAH-MUDAHAN IA TAK APA APA…

23 Juli 2007


Meninggalkan ciamis kembali ke jakarta dengan berat hati. Bukan apa – apa di jakarta se-juta masalah telah menantiku. Mulai dari statusku sebagai pengangguran, tunggakan gaji 5 bulan yang belum dibayar eks kantor tempatku berkerja, ditambah lagi kondisi keuangan yang benar-benar mengalami krisis. Belum lagi satu satunya sepatu milikku ketinggalan entah di mana yang membuat sangat sulit untuk berpenampilan sepantasnya.
Besok SY akan ber-ulang tahun yang ke 24, usia kami terpaut 3 tahun 3 bulan, jika disusun menjadi sebuah kombinasi angka yang menarik 33, seperti jumlah zikir, angka yang cukup cantik bukan ?
Sore ini aku berencana ke rumahnya, ingin membawakannya kado ultah yang kubeli di Ternate 4 bulan yang lalu yang memang aku persiapkan untuk moment seperti ini. Sebuah kalung, cincin, gelang yang sebagian besar terbuat dari besi putih asli.
Dan dengan sebuah mobil pinjaman dan minta tolong bantuan temanku GD berangkatlah kami menuju rumahnya. di rumahnya aku cuman ketemu ibunya seorang perempuan peranakan Arab..Hmmm seperti itu rupanya calon ibu mertuaku, berarti mulai besok aku harus mulai belajar gambus neh he he he….

24 Juli 2007
00:00 WIB
SY…apalagi yang patut disyukuri…selain dalam putaran waktu
engkau masih mampu bertahan dan memelihara terang di batinmu..
Rumput-rumpat kian meninggi,… bunga-bunga bermekaran
seiring dengan kedewasaanmu …Masih kurangkah itu Sy ?

Selamat ulang Tahun…selamat meraih harimu bahagia,…semoga menajdi perempuan yang paling bahagia…

Hari ini kamis 24 juli 2007 SY berulang tahun..dia lagi di manado nge-round..katanya besok ia akan diajak temannya ke Bunaken untuk merayakan ULTAHnya…

Aku mencintainya...dan semoga ia mencintaiku…

26 Juli 2008
Selalu ada harapan di tengah kepungan gelap..selamat kanda lulus di UI..sebuah pesan singkat dari Topan juniorku waktu di Unhas dulu masuk ke HP ku pagi ini…tentu alam keadaan tanpa status dan kesibukan sama sekali seperti sekarang ini berita tersebut bagikan oase di tengah gurun. yang jadi permasalahan sekarang adalah bagaimana caranya aku mendapatkan uang 14 juta sebagai biaya masuk dalam tempo waktu 3 hari ini ? jalan satu-satunya adalah minta ke orang tua.

27 Juli 2007

Aku lelah, aku butuh tempat untuk bersandar,….
Sebuah sudut hati yang mampu menenangkan jiwa yang tak tenang…
Hari ini aku mudah sekali naik pitam,..mudah marah apabila ada sesuatu yang tidak berjalan seperti apa yang kumau. Mungkin karena akibat pengaruh sudah hampir seminggu ini aku kurang tidur, sehingga hawa tubuhku menjadi panas..dan membuat emosiku tidak stabil dan kadang jadi beringas, dan kadang pula menjadi sangat melankolis…di saat saat tertentu kata-kata yang keluar dari mulutku sangat menyakitkan di hati apabila didengarkan.
Aku memang mengalami kelelahan yang luar biasa, lelah lahir dan batin. Rencananya hari ini aku mau ke ANYER ikut rombongan LMG untuk pemotretan model lady in the air yang mana SY juga terdapat di dalamnya (usahaku selama ini untuk memasukkan sebagai model lady in the air berhasil juga). Aku sudah make appointment dengan Bang GW, untuk ketemu setelah jumat lalu bersama sama menuju Anyer. Tapi entah kenapa mungkin HP ku sempat gak aktif akhirnya terjadi miss kordinasi sehingga aku pun ketinggalan. Keadaan tersebut membuatku benar benar marah terhadap diri sendiri, yang tidak bisa membuat semuanya berjalan sesuai dengan scenario.
Aku menjadi uring-uringan terus terang aku sangat membenci keadaan seperti ini; ingin rasanya berteriak sekeras kerasnya kepada langit WHYYYYYYYYYYYYYYY……
I HATE MY SELF

28 Juli 2008

Oooh…betapa ku mencinta tuk membenci….membencimuuuu
Aku tak tahu apa yang terjadiii, antara aku dan kau…
Yang kutau pasti kubenci untuk mencintaimu….
(na├пf)

sebait nada apatis yang dinyanyikan oleh kelompok vocal na├пf, tersebut terus menerus mengiang di telingaku siang ini. Mungkin itu pengaruh lengkingan putus ada David sang vokalis na├пf yang pertama kali kudengarkan melalui Hadset HP ku yang juga bisa berfungsi sebagai radio. ketika mendapati diriku tertidur di atas atas gedung MUSIC CITY FM, dengan sebagian tubuh basah oleh embun.
Sebenarnya aku tidak punya niat untuk tidur di atap gedung itu, aku hanya ingin menentramkan hati yang gundah gulana dengan cara berbaring di atap gedung dan memandagi wajah purnama, membuatku seolah sedang memandang dirinya (SY), dan ternyata tanpa sengaja aku tertidur di atas sana.
Semalam aku merasa bukan diriku, aku merasa seperti orang yang telah menelan 10 butir LSD. Hal hal kecil saja membuatku mudah marah dan mengasihani diri sendiri. Dan sampai saat ini aku masih saja gelisah, uring-uringan dan paranoid. Aku merasa seperti sedang putus asa, sedang tersudut dan entah kata kata mengasihani diri apalagi yang pantas aku nisbahkan pada diriku saat ini.
Yang jelas di dalam diriku ada sejuta perasaan tidak enak, yang kalau dibiarkan berlarut-larut bisa saja akan menimbulkan efek bunuh diri.
Mungkin aku butuh semacam pelarian, sebotol vodka misalnya…tapi ah aku sudah berjalan 7 tahun yang lalu kalau tidak akan menyentuh barang sialan itu lagi.
Mungkin dengan berpergian keluar kota sebagai “back packer” akan bisa meredam emosi yang sedang mendera. Tapi ke mana ? aku lagi tidak punya banyak uang saat ini. mungkin ada baiknya aku menyusul SY ke Anyer, tapi tempat persisnya di Anyer di mana yah ? aku lupa menanyakannya sewaktu meneleponnya semalam. Tapi tak apa aku akan mencari tahu, di mana tempatnya dan akan berusaha ke sana dengan cara apapun juga,..mungkin segala kegelisahan ini diakibatkan oleh perasaan yang menggebu gebu ingin bertemu dengannya tapi tidak jadi..perasaan ingin bersamanya meski hanya beberapa saat saja.

HMMM LOVE IS SWEAT TOURMENT (Cinta adalah siksaan yang menyenangkan)…

20 : 00 WIB
Tanjung Lesung Anyer
Loby Hotel BV
Setelah melalui perjalanan panjang dan cukup melelahkan akhirnya sampai juga aku ke tempat ini. bagaimana tidak, untuk bisa ke sini aku haru beberapa kali berganti kendaraan dengan ragam jenis dan memakan waktu hampir 8 jam. Sungguh sangat melelahkan.
Orang-orang di bawah sana tadi sempat mencegahku dan disuruh supaya menuggu pagi saja berhubung katanya jalur yang kulewati sangatlah rawan. Ternyata aku salah mengambil rute perjalanan seharusnya aku lewat serang terus ke pandeglang tapi ini aku lewat cilegon lalu ke labuhan batu, dengan begitu aku memutar terlalu jauh. Maklumlah aku mempelajari jalur ke sini hanya melalui peta Indonesia bukan peta touris.
Kalau dipikir-pikir ini merupakan perjalanan terbodoh yang pernah kulakukan tanpa bekal yang memadai, tanpa survey terlebih tanpa persiapan sama sekali, bisa dibilang nekad.
Tapi itulah cinta terkadang membuat kita bertindak di luar batas kemampuan dan sangat irasional. Membuat kita lupa, seperti aku ini, aku lupa kalau ternyata dari pagi aku belum makan apa apa dan baru sekarang mulai terasa laparnya. Di tempat terpencil seperti ini, di mana aku bisa menemukan makanan. Sementara di sisi lain sekotak donat yang kubeli di Cilegon tadi telah aku berikan kepada dua anak muda yang telah mengantarku kemari…

I’M HUNGRY YES I’M HUNGRY
21:00 WIB
Bang GW menemuiku dengan raut wajah jengkel di Lobby Hotel dia memintaku pulang saja, “karena Hotel ini charge / person dan bayarnya pakai dollar, dan mereka group LMG hanya dapat fasilitas Invite” tapi aku minta dia supaya sedikit memhami keadaanku, bahwa sekarang sudah malam, dan tidak ada lagi kendaraan yang ke Jakarta, dan jikalau memang tidak diizinkan nginap aku minta supaya diizinkan tidur di mobil saja.
Akhirnya ia pun mengizinkan untuk bisa nginap di kamar barang semalam dengan syarat, (ternyata charge /person itu hanya akal2lan saja untuk memintaku pulang) Aku tidak boleh ketemu atau menemui SY, bahkan hanya sekedar lewat di depannya dan pura – pura tidak kenal pun tidak boleh..dengan alasan :

1.dengan kemunculanku akan membuat SY merasa terganngu..
(terus terang aku merasa seperti seekor monster atau manusia tembaga franskestein yang kehadirannya selalu tidak diinginkan.)

2. Kehadiran mereka (rombongan LMG) ke sini dalam rangka urusan pekerjaan jadi tidak boleh ada sangkut pautnya dengan urusan pribadi “sebenarnya dalam hati aku berkata “hey man make it simple, kenapa harus dibuat susah begini, anggap saja aku dalam urusan professional, bukankah yang mengenalkan SY dengan Lionmag itu aku? Anggap saja aku sebagai manajernya. Di rumah produksi manapun yang aku pernah terlibat di dalamnya, baik langsung maupun tidak langsung belum pernah ada cerita manajer atau agency diusir pulang karena memiliki motif pribadi..toh kita kan sudah dewasa kalau memang dituntut professional yang kita professional …semua itu tidak jadi aku keluarkan, aku tidak mau mebuat keadaan semakin runyam, efeknya tidak akan bagus untuk SY.

3. pada dasarnya SY memang tidak ingin menemuiku, dia tidak enak dengan teman temannya…...sejujurnya aku tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi di BV ini, menapa ia tak ubahnya seperti Camp David.

Sebenarnya hal yang paling menyakitkan bagiku aku adalah karena aku disarankan kalau besok sebelum terang menyapa bumi aku sudah harus meninggalkan tempat ini, jangan sampai SY melihatku dan moodnya menjadi rusak.
INI BENAR – BENAR PARAH AKU MERASA DIANGGAP SEPERTI DEMENTOR DALAM SERIAL HARRY POTTER YANG MANA APABILA MAHLUK BERTEMU DENGANNYA MAKA RASA BAHAGIANYA AKAN TERSERABUT DARI DALAM DIRINYA..

Selain itu aku disuruh mengarang alasan apabila kemudian SY terlanjur mengetahui keberadaanku di tempat ini, kalau aku ke sini bukan karena dia tapi karena ada misi yang lain..kalau memang itu yang dianggap terbaik untuk SY apa boleh buat mau tidak mau aku harus setuju demi kebaikan semua…sepertinya aku memang tidak diinginkan di sini dan aku bukanlah orang yang tidak tahu diri.
Cuman yang sedikit membuatku bahagia adalah aku berhasil memberi sejumput kebahagiaan pada SY dengan menjadikannya model profil di flight magazine untuk penumpang LA..aku yakin kejadian ini bukan 100 % kesalahannya, aku juga punya andil..

Ah…rasanya sia-sia sudah perjalanan ini…
Tanpa dia yang kutemui, tanpa dia yang menungguku
Tak tahu ke mana lagi aku harus melangkah…

00:30 WIB 29-07-07
Kamar 17

Aku lagi di teras …lagi diinterview

From : My Lion Heart

23:26 28/07/07

Sebait pesan pendek yang masuk ke HP ku se-jam lalu membuatku terkesiap, meski hanya sebuah info bahwa ia sedang di teras lagi diinterview.sebenarnya dengan begitu aku akan mudah untuk menemuinya, menjabat tangannya dan menanyakan kabarnya.
Ah seandainya tidak ada larangan untuk menemuinya ingin sekali rasanya menjabat tangannya. …dan pada akhirnya yang dapat kulakukan hanyalah memandangya dari kegelapan dekat kolam depan kamarnya, saat itu aku teringat sebuah lirik dari james blunt yang mungkin dapat mewakili perasaanku :
You’re Beatiful, beautiful its true..
I saw your face in the cloody glass
I don’t know what to do
Cos I never be with you
You’re beautiful, beautiful it’s true
You must be an angel

Dan kurangkai sebuah sajak untuknya :

aku melihat dua purnama malam ini…
satu di langit dan satu di wajahmu…
aku melihat banyak bintang malam ini…
bintang di langit dan bintang di matamu…
kuberharap esok akan melihat dua matahari
satu di langit dan yang satu Hatimu….”

02:30 WIB
Kamar 17 penginapan BV
Entah sudah berapa kali aku membolak balikkan badan dikasur yang terlalu empuk bagiku, tak juga membuatku bisa tertidur. Padahal aku sangat butuh meng-istirahatkan tubuh mengingat sudah seminggu lebih aku kurang istirahat ditambah lagi perjalanan panjangku untuk ke tempat ini.
Entahlah mungkin karena perasaan yang sangat kelelahan dan sekujur tubuh yang sakit semua, atau perasaan haus dan lapar yang belum juga reda…di tempat semewah ini sangat susah menemukan makanan dan minuman.
Tadi aku hanya menemukan se-kotak permen frozz di meja dapur dan aku embat saja semuanya, demi menghindari kekurangan zat gula bagi tubuh mengingat ia belum mendapat asupan makanan sama sekali seharian ini. namun itu belum bisa menghapus kehausan yang aku alami, tadi botol-botol air minum sudah kosong terpaksa aku minum air dari kran kamar mandi tapi tak banyak karena rasanya seperti obat anti septic.
Sebenarnya dari tadi aku sedang tidak tahu menulis apa, kepala ini serasa pening..kurang makan, kurang tidur, dehidrasi mengancam..sementara besok pagi-pagi sekali sebelum terang menyapa bumi, aku sudah tidak diizinkan berada di sini.
Kira-kira SY sedang ngapain yah ? mungkin ia sudah tidur. Yah sudahlah saya rasa tidak perlu menganggunya mungkin dia harus bangun pagi juga untuk sesi pemotretan yang selanjutnya.

Rasanya susah sekali mata ini terpejam,…
Padahal lelah menghampiri sekujur tubuh…

Mungkin besok sebelum aku kembali ke Jakarta aku harus menemui SY terlebih dahulu, meski cuman sebentar, dengan begitu mungkin aku bisa mendapat energy baru lagi.
Meski ada larangan untuk menemuinya, tapi semua akan kulanggar…AKAN KULAWAN SEMUA TABU DAN AKAN KUTANTANG LANGIT UNTUK BISA MENEMUINYA…

SY…aku haus aku, terluka…
Ada kerikil di sepatuku…


11:30 WIB
TERMINAL SERANG BANTEN
Aku sangat kelaparan mengingat dari kemarin pagi aku belum makan apa-apa sama sekali hanya minum air putih saja. Aku sama sekali tidak berminat untuk makan, demi mengingat semua kejadian di Tanjung Lesung tadi pagi.
Aku gagal untuk menemui SY…SY menolak menemuiku karena sibuk mengurus rambutnya…ah..mungkin saja aku yang terlalu memaksakan kehendak, untuk memenuhi keinginanku..tanpa mau mengerti…kejadian pagi tadi sempat meremuk redamkan perasaanku…membuatkun out of control dan sempat berkata yang sangat tidak pantas kepada SY lewat SMS.
Sebenarnya aku menyesal juga telah melakukan semuanya, tidak bisa mengontrol emosi, ..tapi apa mau dikata segalanya yang tertulis akan terus tertera, seperti paku pada dinding meski sudah dicabut tapi akan tetap meninggalkan bekas lubang.
Semoga ia (SY) mau mengerti keadaanku, emosiku yang sedang labil, yang diakibatkan oleh kurang istirahat, kelelahan, perasaan yang menggebu gebu…dan sejuta perasaan tak lazim lainnya.
Yah pagi tadi aku meninggalkan Tanjung lesung dengan langkah gontai, setelah sebelumnya Bang GW mengusirku lewat sms (mengapa orang ini selalu ikut campur dan seolah dia adalah orang yang paling mengerti SY padahal dia baru kenal sehari ?) dengan langkah pelan, aku menyanyikan sebuah lagu secara pelan-pelan pula, sebuah lagu dari “Radio Head; judulnya Creep” kira-kira liriknya seperti ini :
When you here before, could looking your eyes
Just like an angel
Your skin make me cries
You float a feather in the beautiful world
Your so fucking special, I wish I was special

But im creep…
Im wredo..what the hell I’m doing here
I don’t belong here…

I don’t car if it hurts
I wont perfect person, I wont perfect soul
I wont you to notice when im not round
Your so fucking special, I wish I was special

But im creep…
Im wredo..what the hell I’m doing here
I don’t belong here…

She’s running ou again…she’s running out run run run…
What ever make you happy
What ever you want

But im creep…
Im wredo..what the hell I’m doing here
I don’t belong here…
I don’t belong here…


Dan pada akhirnya aku harus seperti yang dilengkingkan oleh Duta SY on 7 “aku pulang tanpa dendam” mungkin aku harus sudah cukup puas dengan memandangi SY dari kejauhan, paling tidak itu lebih baik daripada harus berdesak desakan hanya untuk melihat SY 0n 7..

23:45 WIB
Jakarta
Aku terbangun dari tidurku, gara gara air di kamar mandi di lantai 2 tumpah-tumpah rupanya aku lupa mematikan air tadi sewaktu mau tidur.
Aku melirik berhala mungilku ada 3 pesan yang masuk, ternyata tidak ada balasan SMS dari SY.tumben baru kali ini dia tidak membalas smsku dalam tempo waktu yang cukup lama, masih marahkah ia kepadaku ?
Memang tadi siang dia sms meng-sms ku dan protes dengan kata kata yang aku sms ke dia. Jujur aku tidak tahu sms yang mana, karena aku mengirimkan begitu banyak sms kepadanya dalam satu hari ini. dan aku merasa segala kesalah pahaman sudah diselesaikan tadi pagi..
Atau mungkin ada yang manas-manasin dia kali yah ..?tau ah gelap..yang pasti dia masih marah mungkin…

MAAFKANLAH KALAU ENGKAU MERASA TERZALIMI,
MUNGKIN BEGITULAH CARAKU UNTUK MENYANGANGIMU…

30 juli 2007
Hotel Borobudur Jakarta

Sebuah pesan singkat dari SY masuk ke HP ku :

sekali lagi aku minta maaf sama kamu, ini mungkin sms ku yang terakhir ke kamu, dan aku cuman minta ke kamu supaya jangan ganggu aku lagi, . Aku tegaskan sekali lagi kalo aku lagi gak ingin menjalin hubungan dengan siapa siapa, aku ingin sendiri dulu saat ini..jadi tolong sekali lagi jangan ganggu , jangan paksa aku, karena aku gak pernah sama sekali paksa kamu untuk datang ke tempat itu, .....cukup jelas?..

From : My Lion Heart
18:31 30/07-07

OK Deal !

Sent to : My Lion Heart
Sending date : 30/07-07 status : delivered
Delivery time : 18:45

Dan pada akhirnya harus kutemui diriku berada pada titik nadir, ..harus kurelakan apa yang kubangun selama ini menjadi musnah seperti sebuah istana pasir di pantai..ini semacam kehilangan yang keterlaluan…maka betapapun kau lelaki atas semua peristiwa yang terjadi aku punya hak untuk kecewa…

TO NIGHT I WANNA CRY….

31 Juli 2007
PUSPITEK SERPONG TANGERANG
20:00 WIB
Hampir seharian ini kulewati tanpa sama sekali berhubungan dengan SY padahal sebelumnya tak ada hari tanpa menghubunginya baik telepon maupun sekedar sms…jujur aku sama sekali tidak terbiasa dengan keadaan seperti ini, tapi apa mau dikata lagi, I Must be Strong mungkin dengan cara ini baik aku dengan dia akan sama sama mengintropkesi diri, dan memadamkan api dendam yang masih membara…bukankah kadang diam akan mengatakan lebih dari maksudnya…
Ah I’m very lonely in the crowded..sekarang sedang berlangsung acara temu nasional teknologi begitu ramai ada banyak menteri Gubernur, Bupati dan menteri yang hadir, tapi aku sama sekali tidak berminat untuk SKSD ke mereka seperti kebiasaanku selama ini apabila ketemu dengan pejabat sehingga teman-temanku mengira aku ini gaulnya ma pejabat melulu padahal cuman SKSD saja biar dibilang punya koneksi yang luas.
Banyak hal-hal yang terduga terjadi di sini, tadi pagi pada waktu wapres memberi sambutan aku bertemu teman lama Andriani, seorang teman yang sangat dekat denganku sampai sudah menganggapnya saudara, begitu juga sebaliknya dia. Dulu di Makassar ke mana mana kami sering bersama-sama, namun perlahan perpisahan terjadi, kami disibukkan dengan urusan masa depan masing-masing dia memilih karir sebagi presenter reporter sementara aku tetap eksis di dunia Production House.
Dan hari ini kami kembali dipertemukan, sempat ia tidak mengenaliku katanya aku sangat beda waktu masa kuliah dulu yang kumal, sekarang sudah necis dan rapi. Aku juga nyaris tidak mengenalinya aku cuman bisa mengenali wajah khas Nia paramita dan membaca ID Press nya. Dia sekarang sudah menikah dan memiliki 2 anak, pantas saja ia sangat beda apa memang mungkin begitu setiap perempuan yang sudah menikah apalagi memiliki anak tidak pandai lagi merawat diri.
Memang banyak hal yang berubah seiring dengan berjalannya waktu dan kita harus selalu siap menerima segala perubahan yang terjadi.
Seperti aku sekarang ini harus mampu dan mau menerima sikap SY yang berubah 180 derajat, dan tidak ingin aku teriak pada langit dan meminta semuanya untuk dirubah seperti dulu lagi…aku hanya bisa belajar dari kejadian ini semoga ini jadi semacam cambuk untuk mendewasakan diri…

OH GOD IM HURT AGAIN…
02 Agustus 2007

Sorry yah di ganggu..aku cuman pengen Tanya apakah kamu lagi marah sama aku gara-gara sms terakhir dari aku kemarin yang dah membuat kamu kecewa ? kalau memang iya aku minta maaf & aku gak ingin ada permusuhan di antara kita…

From : My Lion Hurt
22: 50 02/08/07

Sebuah pesan pendek dari SY setelah hampir 2 hari kami putus kontak…sms tersebut seperti asa yang muncul di tengah kehampaan.

Aku juga SY tidak mau ada permusuhan di antara kita, kalau pun di kemudian hari kembali ada masalah saya ingin agar semuanya dapat diselesaikan secara baik-baik, bukankah dalam kemarahan kita masih harup bersikap santun ?...
Saya rasa semuanya masih bisa diperbaiki…

WIJ ELKENDER ZOODEN LIEF HEBBEN…
“kita harus terus saling mengasihi”

08 Agustus 2008
23:00 WIB
Taman Pulo Indah
Genap sudah 3 hari aku melakukan moksa…3 hari tidak berbicara, tidak berhubungan dengan dunia luar, tidak melakukan apapun kecuali membaca buku, sholat, mandi, makan dan kegiatan rutin lainnya kecuali menonton TV.
Dan setiap gelap mulai menyelimuti bumi, aku mulai duduk di teras lantai 2 membaca buku sembari memandangi lalu lintas pesawat yang lalu lalang di atasku dengan lampu navigasinya yang kerlap kerlip, (maklum tak jauh dari sini adalah Bandar udara Halim Perdana Kusuma) dan itu biasanya kulakukan sampai tengah malam.
Dengan memandangi pesawat membuatku merasa sedang ekstase, seolah ia melintas di hadapanku.

….kelak saat kau terbaring rebah di sampingku
…aku ingin kau bisikkan kisah perjalananmu
…menempuh cakrawala dan bintang-bintang

09 Agustus 2007
23:50 WIB Taman Pulo Indah


Ya Allah…
Telah aku aniaya diriku..
Dan telah berani kumelanggar karena kebodohanku..
Tetapi…kusandarkan diri pada ingatan dan karuania-Mu
Yang kekal atasku
Ya Allah pelindungku..
Betapa banyak kejelekan yang Engkau tutupi..
Betapa banyak malapetaka yang telah Engkau hindarkan
Betapa banyak rintangan yang telah kau singkirkan
Betapa banyak bencana yang telah kau gagalkan
Betapa banyak pujian yang tak layak untukku telah Engkau sebarkan…

Ya Allah besar sudah bencanaku…
Berlebihan sudah kejelekan keadaanku…
Sedikit sekali amal-amalku, berat benar belengguku…

Angan – angan panjang telah menahan manfaat dariku..
Dunia telah memperdayaku dengan tipuannya…
Dan jiwaku telah terperdaya oleh pengkhianatan serta kelalaian..

Wahai junjunganku..ku memohon kepada-Mu
Dengan kemulian-MU, jangan kau halangi doa ku kepada-Mu
Oleh karena jeleknya amal dan perangaiku
Janganlah Engkau ungkap dengan pantauanmu rahasiaku yang tersembunyi..

Janganlah Engkau segerakan siksa padaku karena
perbuatanku dalam kesendirianku
dari jeleknya amal perbuatanku dan kejelekanku…
dan kekalnya aku dalam dosa dan kebodohan..
dari banyaknya nafsu dan kelalaian…

penggalan doa kumail yang kubaca ketika melakukan ritual malam jumat, mebuat sekujur tubuhku menjadi lemas, bola mataku menghangat, kurasa air mulai mengalir di sana, kududuk bersimpuh dengan tubuh yang gemetar…
aku merasa sangat bersalah pada-Nya..akhir-akhir ini aku merasa banyak melakukan pelanggaran, aku merasa sangat kotor, ..berbagai macam persoalan yang mederaku membuatku sering menghardik-Nya..dan menuduhnya tidak adil..ternyata aku salah Ya ALLAH…aku baru sadar berbagai macam cobaan yang diberikan Allah adalah bentuk kecintaan Allah kepada kita agar kita menjadi pribadi yang tangguh…

YA ALLAH AKU LELAH SEKALI YA ALLAH,..
SANGAT LELAH YA ALLAH…
TAPI KALI INI AKU AKAN TIDAK MENGELUH SELAIN KEPADAMU


11 Agustus 2007
22:00 WIB
Sungguh aku ingin belajar bersyukur, tidak lagi memaki-maki keadaan seperti kemarin-kemarin. Harusnya aku bisa belajar banyak dari pengalaman, dari setiap tempat yang kudatangi, dari setiap orang yang kutemui. Karena setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru.
Hampir 2 hari belakangan ini, aku bertemu dengan orang-orang yang membuat perasaanku seolah tersentil, kemarin di kantin UI salemba tanpa sengaja aku bertemu dengan seorang dokter muda ia pernah tugas di jayapura dan aku pun demikian, dengan tugas dan profesi yang berbeda tentunya. Hal itu yang membuat kami dapat akrab dengan cepat, dan tanpa perlu merasa malu dan menutup- nutupi aku kemukakan segala permasalahan yang menderaku belakangan ini, dia memberi nasehat yang benar-benar bisa mengembalikan segala asa yang hampir hilang. Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah pentingya sikap kerja keras dan pantang menyerah.
Dan guru kedua adalah seorang tukang ojek yang juga ternyata berprofesi sebagai fotografer pengantin. Awal perkenalan kami cukup unik, waktu itu entah kenapa tiba-tiba kamera video (saya memutuskna kembali menjadi kameramen pengantin karena sudah tidak punya uang) yang kubawa mengalami masalah serius, head rusak sehingga kaset tidak bisa memutar pada saat tombol record dipencet, dan pada saat itu aku sedang tidak membawa asisten, bayangan kehancuran sudah terpampang di depanku, kalau aku sih tidak begitu masalah, tapi orang-orang yang telah mempercayaiku untuk melakukan pekerjaan ini, betapa ia akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang yang telah lama mempercayainya hanya karena kejadian ini.
Di saat saat genting seperti itu, di mana aku tidak tahu harus berbuat apalagi, setengah putus asa yang kulakukan hanyalah memaki keadaan sebelum kemudian datanglah Mas Rudy yang dari tadi melihatku panic dan beberapa kali mondar-mandir di hadapannya. Mungkin karena penasaran ia bertanya padaku mengenai masalah yang kualami. Aku menjelaskan dengan singkat dan tidak detai-detail amat aku pikir dia cuman ingin berempati dengan cara bersikap seperti itu.
Setelah mendengar sedikit penjelasan bagiku, ia kemudian menawarkan bantuan dengan sedikit setengah percaya aku serahkan saja kamera itu ke dia, ternyata entah bagaimana, dan apa yang dilakukannya terhadap kamera tersebut tidak lama kemudian ia bisa beroperasi dengan normal. Bagaimana mungkin jika mengacu pada SOP (standar operasional Procedure) kerusakan seperti yang kualami saat itu hanya bisa diatasi dengan membersihkan head kamera yang nota bene saat itu aku kelupaan membawanya.
Ternyata aku telah salah menilainya, dan aku angkat topi terhadap dirinya. Sejak kejadian itu dia yang awalnya aku datang ke tempat itu aku hanya memandangnya Dengan seblah mata (ada stigma yang meninggikan posisi pekerja PH di banding pekerja pengantin) aku harus menunduk hormat padanya. Rupanya dari tadi ia memperhatikan kelakuanku yang uring-uringan ia menasehatiku tentang pentingnya kita bersykur, jujur dan ikhlas menerima setiap kejadian dan peristiwa.
Mendengar semua yang diucapkannya rasanya ingin menunduk saja dan mebiarkan air mata menitik. Bagaimana tidak, aku baru menyadari jika betapa rapuhnya aku ini, diguncang sedikit masalah aku sudah memaki dan menyalahkan keadaan, menyalahkan diri dan sampai pada arah destruktif.
Taruhlah seperti sekarang ini, setelah sekian lama berhasil berhenti dari jeritan nikotin, akhirnya aku kembali terjebak ke dalamnya seminggu belakangan ini. berbagai macam peristiwa yang meremuk redamkan perasaan harus kuhadapi sendiri, dan aku tidak kuat dan pada akhirnya aku kembali menjerumuskan diri kedalamnya (rokok).
Dan setelah kejadian 2 hari tersebut aku semakin yakin kalau segala masalah dan cobaan yang diturunkan Allah kepada seoarang Hamba tak lain adalah sebagai bentuk kecintaan-Nya kadang tidak dimengerti padahal semua itu agar kita bisa menjadi manusia tangguh sebagaimana yang dikatakan oleh Bob Dylan :

How many roads must a man walk down
Before you call him a man

Yes ‘n’ how many seas must a white dove sail..
Before she sleeps in the sand?
Yes ‘n’ how many times must the cannon balls fly..

Before they’re forever banned
The answer my friend is blowin’ in the wind
The answer is blowin’ in the wind

How many times must a man look up
Before he can see the sky
Yes ‘n’ how many ear must one man have
Before he can hear people cry?
Yes ‘n’ how many deaths will it take till he knows
That too many people have died?
The answer my friends is blowin ’n’ the wind
The answer is blowin’ in the wind
How many years can a mountain exist
Before I’ts washed to the sea
Yes ‘n’ how many years can some people exist
Before they’re allowed to be free ?
Yes ‘n’ how many times can a man turn his head
Pretending he just doesn’t see?
The answer my friend is blowin ‘n’ the wind
The answer is blowin ‘n’ the wind..

Dan hari ini, setelah melalui banyak tekanan dan kepedihan, semakin aku belajar untuk menjadi dewasa, untuk menjadi tangguh, untuk menjadi lebih kuat..tidak peduli jalan di depan yang akan kulalui akan penuh lubang dan kerikil serta duri..

HOW MANY ROADS MUST A MAN WALK DOWN
BEFORE YOU CALL HIM A MAN


12 Agustus 2007

Dan saat itu aku mewujudkan sebuah rumah batu kecil di atas bukit, yang di bawahnya ada sungai kecil jernih yang mengalir,..ketika itu akan datang padamu meletakkan tangan di ubun-ubunmu dan melafalkan doa rasulullah, semoga saja pada masa itu engkau ada di sana menungguku dengan gaunmu yang berkibar kibar…

Aku ingin engkau menjadi bunga, yang dikelopaknya aku terbungkus wangi, dan enggan berbagi dengan udara…
Aku ingin engkau menjadi pelabuhan tempat kapalku bersandar rebah..
Aku ingin engkau menjadi rumah tempat tujuanku kembali saat senja datang..bersama langit, bulan, bintang dan sejuta ungkapan cinta..yang hanya melalui tatap mata tanpa kata….

16 Agustus 2007
UI DEPOK

Hari ini aku resmi terdaftar sebagai mahasiswa UI dengan nomor pokok mahasiswa 0706185736 ada perasaan bangga karena aku telah berhasil memasuki sebuah institusi yang menjadi kebanggaan sekaligus keangkuhan pendidikan di Indonesia. Bagaimana tidak institusi ini hanya menerima mereka yang selain mampu secara intelektual juga harus mampu secara financial “orang miskin dilarang sekolah” padahal yang aku tahu UI adalah universitas urutan 75 dunia dan berkiblat ke eropa yang notabene menganut mazhab kritis, yang seharusnya lebih banyak berpihak kepada orang kebanyakan dan pada akhirnya Patrio O’murte hanya tinggal slogan belaka.
Seperti aku hari ini setelah 5 hari pontang panting cari dana dan pelarian terakhir minta ke orang tua untuk menutupi kekurangan yang ada, akhirnya aku berhasil mengumpulkan duit sebanyak Rp. 12.700.000,- itu pun sebenarnya masih kurang Rp. 50.000,- dari jumlah yang harus dibayarkan. Untunglah temanku Hasbullah menutupi kekurangan tersebut, sehingga aku bisa melakukan pembayaran pada hari terakhir registrasi yang jatuhnya pada hari ini juga.
Yah aku terkuras habis, menyisakan duit Rp. 5.000,- di kantong dan itulah semua total jumlah kekayaanku, jika digabung dengan HP, sepatu, dan pakaian yang kupakai nilanya tidak sampai Rp. 2.000.000,-. Benar-benar bangkrut sampai-sampai untuk membeli pulsa demi membalas SMS SY yang entah lagi berada di belahan bumi mana dari Indonesia ini, tak sanggup lagi.
kami tadi sempat sms-san ia memberitahukan kalau sedang sakit dan tidak nafsu makan…entah penyakit apalagi apa yang sedang menimpanya….mungkin saja PMS (pre menstruation syndrome)

I’M BROKE BUT I’M HAPPY “Alanis Morisette”

19 Agustus 2007
Hotel Santika Tanah Abang

Sudah 2 hari ini SY belum membalas SMS ku…sms terakhir yang saya terima darinya kira-kira seperti ini bunyinya,

Bukannya karena takut gemuk tapi emang lagi nafsu makan aja dah gitu tidurnya kurang banget makanya jangan sampe sakit deh..masa seh ada pesawat yang tabrakan di surabya ? aku Gak Pernah dengar tuh…

From : My Lion Heart
13:08 16/08/07

(SMS ini tidak terbalas karena pulsaku tidak cukup lagi)
Kemudian pada malam harinya aku sempat sms lagi, dan keesokan harinya juga tapi sama sekali tidak mendapat balasan, Shiela tiba-tiba hilang begitu saja seperti di telan Bumi. Tapi aku yakin dia masih ada karena setiap status sms yang aku kirim selalu terkirim.
Tapi tidak membalas sms 2 kali dan dua hari berturut-turut di luar kebiasaan SY, tapi aku putuskan untuk tidak ngotot lalu meneleponnya, takut mengganggu.
Soalnya sms dia beberapa hari yang lalu mengabarkan kondisi fisik yang merujuk pada penyakit fisik yang diakibatkan oleh kondisi emosi yang tidak stabil…seperti susah makan dan susah tidur salah satu penyebabnya adalah karena begitu banyak pikiran yang memasung.
Hari ini setelah kehilangan kontak dengan SY, aku bertemu dengan seorang kawan lama, EkS, ia sudah cukup lumayan mapan dan suskes sebagai politisi muda partai Golkar. Untuk merayakan pertemuan itu dia mengajakku jalan-jalan ke Hotel Santika Tanah Abang untuk meghadiri Rapat pembahasan Rancangan Undang-undang SISDIKNAS.
Eka selama Kuliah dia berperan sebagai salah satu konsultan teknis urusan asmaraku, meskipun beberapa strateginya hanya menjadikanku Blunder seperti contohnya kasus “Cerpen Lily Flower” yang membuatku harus disidang tengah malam Di MAPERWA FISIP karena dianggap melakukan penghinaan terhadap lembaga.
Tapi pertemuan kali ini saran dan masukannya cukup masuk akal ketika aku CURHAT mengenai SY pada sepanjang perjalanan tadi. Di memintaku untuk tidak bermain rasa dan menggunakan nalar, karena apabila bermain rasa maka aku cenderung bertindak bodoh. Dan masih banyak nasehat lainnya yang membuat hanya bisa mengangguk seperti burung pelatuk.
Mungkin Eka benar, saatnya untuk menggunakan Nalar dan mematikan rasa,..mungkin aku harus mulai belajar melupakan SY, mulai memikirkan kelanjutan hidupku yang lain..dan melupakan segala mimpi tentangnya….

LEAVE OR LET DIE…..
21 Agustus 2008
Beijing China

Seperti bayang-bayang yang tak mau pergi, aku masih terkepung kenangan yang menari-nari di ujung jalan sepi…

Mungkin aku sedang mengalami jet leg akibat penerbangan yang memakan waktu lama dari Jakarta menuju Beijing…tiba tiba bayangan kenangan tentang SY hadir terpampang di depanku… seperti tarian yang dimainkan oleh penari pada pentupan olimpiade cina.
Yah aku dan SY Selama lebih setahun kami tidak pernah saling sapa baik melalui telpon maupun sms, hanya pada hari perayaan tertentu saja kami saling mengucapkan selamat
Aku benar-benar kehilangan informasi tentangnya, yang aku tahu tidak lama setelah kami putus kontak, dia pacaran dia seorang pria bernama Alp informasi tentang itupun tanpa sengaja ku dapati ketika sedang melihat FS nya dan mendapati foto dirinya sedang bermesaraan dengan seorang pria yang bisa dipastikan sebagai Alp...dan kemudian FS ku terblokir ke FS nya jadilah aku tidak bisa lagi mengetahui kabar tentangnya….bisa saja dia telah menikah seperti katanya dulu kalau dia akan menikah pada umur 25 tahun, ………….SY HOW ARE YOU TO DAY….

Sabtu, 20 Desember 2008

IKLAN POLITIK & REALITAS SOSIOKULTURAL "sultan Koq Dadah-Dadah


Garin Nugroho (Pembuat Film)
(Gaya) Sultan kita buat seperti di lapangan Ikada, berjalan seperti Soekarno naik panggung. Sultan melambai-lambaikan tangannya. Eh rupanya saya diprotes. Mas Garin, Sultan iki sing ojo mboten-mboten to. Kok malah mlaku dadah-dadah ya, mbok diitung mas Garin, antara orang yang suka Sultan jalan dadah-dadah dengan orang yang sok intelektual.

M.Qodari (Peneliti Opini Publik)
Untuk mendapat dukungan masyarakat di Indonesia, jauh berbeda dengan mendapat dukungan masyarakat di Yogya. Kalau di Yogya ada yang ribut, Sultan tinggal angkat tangan, semua langsung diam. Sedangkan kalau di Jakarta… sudah dikirim pasukan, masih saja susah diatur. Jadi kalau misalnya Sultan naik (jadi presiden), bagaimana ia mengatasi persoalan?

Sri Nuryanti (Anggota Komisi Pemilihan Umum)
Dulu dalam riset AC Nielsen dikatakan bahwa rating sinetron Bajaj Bajuri melebihi sinetronnya Raam Punjabi. Kenapa? Karena Bajaj Bajuri menggambarkan realitas masyarakat sehari-hari. Berkaitan dengan itu menurut hitung-hitungan politik, mohon maaf… bila Mat Solar (pemeran Bajuri) mencalonkan diri, bisa-bisa dia terpilih karena rakyatnya merasa dekat dengan dia…

Iklan politik muncul pertama kali di televisi tahun 1952. Sejak kemunculannya, iklan politik selalu mengundang perdebatan, terkait etika dan hukum. Iklan politik Lyndon B Johnson tahun 1964, terkenal disebut “Bunga Daisy”. Dalam spot iklan ditayangkan seorang gadis cilik tengah memetik bunga aster (daisy) saat sebuah bom atom meledak dengan jamur api mahadahsyat membumbung tinggi. Iklan politik itu dimaksudkan untuk menyebarkan ketakutan rakyat Amerika Serikat mengenai kecenderungan Barry Goldwater, lawan politik Johnson, untuk memulai sebuah perang nuklir dengan Uni Soviet.
“Bunga Daisy” hanya ditayangkan sekali pada 7 September 1964 di televisi CBS sebab Goldwater mengancam menggugat Johnson dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Meski dicabut, iklan itu berulang-ulang ditayangkan dalam pemberitaan setelah kontroversi menjadi perdebatan publik. Iklan politik selalu menarik perhatian publik AS selama 14 kali pemilihan presiden, meski diperlukan uang luar biasa besar. Iklan politik tidaklah sekadar janji dan daya pikat, tetapi mengandung tawaran program, panduan publik, serta menumbuhkan ketulusan dan kepercayaan. Iklan politik adalah strategi image, pendidikan kewarganegaraan, dan strategi politik.
Lain “Bunga Daisy” lain pula iklan politik 8 tokoh PKS. Iklan politik yang memunculkan wacana kepahlawanan Soeharto ini, adalah bagian dari strategi PKS menyedot perhatian publik. Dengan dana minimum berharap hasil maksimum. Hanya ditayangkan tiga hari, namun memperoleh publikasi yang luar biasa. Kalau menyebut Soeharto ada dua kemungkinan, disebut atau tidak disebut. Kalau disebut, itu seperti PKS 8 tokoh. Permainan langsung gambling besar. Tapi semua sector dipuji. Tapi kalau tidak disebut, semua orang akan bingung. Pendukungnya Soeharto juga akan bingung, ini mendukung atau tidak. PKS sekarang politiknya jago. Misalnya mengumpulkan tokoh-tokoh. Seperti partai terbuka dengan dapur yang tetap menjadi karakter PKS. Tapi ruang tamunya boleh terbuka. Dan ini adalah politik yang patut dipuji.
Ketika Garin mendapat pendidikan kampanye politik oleh penasehat Carter sampai Clinton. Disebutkan ada sebuah tanda yang disimbolkan Nelson Mandela sedang bersalaman dengan orang kulit putih. “Kamu tahu dulu symbol ini seperti apa,” tanya sang penasehat kampanye Demokrat itu. Rupanya, dulu simbolnya adalah kepalan tangan yang mengacung. Setelah dianalisa, simbol itu lalu diubah yang lebih merangkul orang kulit putih.
Ternyata di balik symbol tadi, terdapat peta politik yang sangat kompleks. Pertama, seluruh dana keuangan di Afrika Selatan dikuasi orang kulit putih. Selain itu birokrasi 70% dan juga senjata 80% masih di tangan orang kulit putih. Kalau simbolnya kepalan tangan, Mandela mungkin sebentar saja jadi pahlawan. Banyak orang kulit putih mati, uang dilarikan dari negara tersebut. Dan dampak politiknya akan sangat luar biasa.
Ketika pulang ke tanah air, melalui Visi Anak Bangsa (VAB) Garin membuat Iklan Layanan Masyarakat (ILM) Pemilu 1999 yang cukup populer dengan tagline “Inga-inga.” ILM termasuk kategori iklan nonkomersial yang merupakan bagian dari kampanye social marketing yang bertujuan “menjual” gagasan atau ide untuk kepentingan atau pelayanan masyarakat. Sebuah ILM tak semata-mata harus menampilkan unsur informasi. Pertama, harus memiliki aspek perilaku, yakni berusaha mengajak masyarakat ikut Pemilu dengan baik dan benar secara damai. Kedua, mengandung unsur perubahan sosial. Ketiga, bisa memberikan proses edukasi kepada masyarakat.
Lima tahun kemudian, Pemilu 2004, adalah Pemilu dalam karakter industri kampanye. Yakni, suatu pemilihan langsung yang salah satu pegas utamanya digerakkan teknologi industri budaya populer, khususnya lewat televisi multikanal. Maka, seluruh unsur personal calon presiden, baik kemampuan oral maupun bahasa tubuh, akan dihadapkan dengan kemampuan daya hidupnya dalam industri budaya populer. Contoh, kemampuan berbicara efektif untuk dicuplik di program berita televisi atau dalam kemasan iklan, talkshow, maupun pereristiwa yang diliput televisi.
Era budaya popular lewat televisi ini melahirkan karakteristik khusus, yakni, bahwa hiburan popular, ideologi, ekonomi, politik dan kerja institusi sosial serta negara, secara alamiah dan fungsional bekerja membaur dan saling menghidupi di layar televisi. "Politik adalah show business," kata Neil Postman, seorang pedagog dan kritikus media. Politik adalah bisnis pertunjukan! Guy Debord, dalam The Society of the Spectacle, menyebut masyarakat mutakhir, "masyarakat tontonan". Dalam "masyarakat tontonan", citra, kesan, dan penampilan luar adalah segalanya. Ia perlu dikemas agar memikat masyarakat. Ingat, politik citra adalah politik kemasan!
Saluran budaya pop menjadi sarana komunikasi antara elite politik dan massa. Budaya pop, politik, dan komunikasi politik mengalami konvergensi (bertemu) satu sama lain. Misalnya, kampanye politik sudah lumrah melibatkan artis pop, musik pop/dangdut, dan program televisi dipenuhi dengan politisi "artis" pop. Politisi yang "serius" pun (seperti tentara dan kyai!) harus berhadapan dengan sorotan yang terus-menerus dari media pop atas kinerja pribadi dan politiknya.
Gejala ini bukanlah baru. Dalam Politics and Popular Culture, Street (1997) melukiskan genre politik ini sebagai "soal penampilan" (a matter of performance). Politik memiliki kaitan yang erat dengan budaya pop. Permainan di depan pemirsa televisi menjadi bentuk seni pertunjukan. Menurut Street, politik sebagai budaya pop adalah menciptakan khalayak. Orang yang akan tertawa dengan lelucon, memahami kecemasan, dan berbagi harapan dengan politisi, baik media pop maupun politisi menciptakan karya fiksi pop yang menggambarkan dunia impian rakyat.
Tak dapat dimungkiri, tiap tanda itu tumbuh dari kultur sebuah bangsa atau masyarakat. Tak berlebihan kiranya, meski banyak orang belajar di Amerika Serikat atau Eropa, namun jika membuat iklan untuk Indonesia, lupakanlah teori orang AS, lupakan TV AS. Garin telah membuktikan bahwa iklan yang membumi, atau representasi dari sosialkultural masyarakat setempat, akan mudah diterima.
Ketika Megawati dikritik banyak pihak sebagai feodal, kurang pintar dan lain-lain, dengan tegas Garin mengatakan Megawati akan menang (dalam Pemilu 1999). Dari mana? Culture studies, menunjukkan bahwa pada masa transisi, perempuan lebih dipilih ketimbang laki-laki. Pada orang desa, ketika ibu pergi, laki-laki lebih memilih perempuan untuk menjaga rumah. Tapi ia hanya hidup di masa transisi.
Dalam dua seri artikel opini Kompas bertajuk “Megawati Opera Sabun I dan II” (Mei 2002) Garin mencoba memprediksi penokohan Megawati di tengah drama politik Indonesia. Yakni, lewat salah satu kajian cultural studies yang mulai populer, mencoba membandingkan drama politik dan citra tokoh politik seperti layaknya dramaturgi dan penokohan opera sabun. Mengingat opera sabun adalah bukan wilayah hampa, kepopulerannya merefleksikan psikologi komunal masyarakat terhadap inpian model-model kepahlawanan, konflik, ketertindasan hingga harapan.
Citra Megawati – setelah dikalahkan Abdurrahman Wahid di parlemen - yang lemah dan tertindas serta mengedepankan tertib hukum alias damai adalah model tokoh dalam Opera Sabun, yang menjadikannya populer. Namun, ketika Megawati menggantikan kedudukan Gus Dur menjadi presiden, Garin melihat sosok Megawati sebagai politikus yang tidak langsung memotong dan membongkar. Ia cenderung hati-hati, dan kompromi terhadap konflik.
Enam bulan sebelum kampanye Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pemilu 2004, Garin datang ke rumahnya di Cikeas. Ia ditanya, kira-kira akan menang atau tidak? Garin yakin SBY akan menang. Karena secara culture studies, tokoh-tokoh lawan politik lainnya sedang menurun. Itu bukan soal karena ia sedang disingkirkan oleh Taufik Kemas.
Kini Garin, bersama Sukardi Rinakit dan Franky Sahilatua, mendukung Sri Sultan Hamengkubuwpwno X, Raja Jawa dari Yogyakarta. Dalam acara pisowanan ageng atau deklarasi kesediaan maju menjadi presiden 2009, Sultan, dibuat seperti di lapangan Ikada, Sultan jalan seperti Soekarno naik panggung. Ini case budaya kita yang kalau dianalisis dengan ilmu komunikasi, kita bisa tertawa terbahak-bahak dan mengolok-olok diri kita luar biasa.
Rupanya kreasi Garin dan kawan-kawan itu menuai protes. “Mas Garin, Sultan iki sing ojo mboten-mboten toh. Kok malah mlaku lan dadah-dadah, ya mbok diitung mas Garin, antara orang yang suka Sultan jalan dadah-dadah dengan orang yang sok intelektual,” ujar Garin menirukan pemrotes yang umumnya kalangan orang tua Jawa.
Masih seputar iklan yang mengambil sosialkultural masyarakat setempat. Kali ini, iklan di pilkada Sumatera Utara. Gubernur Sumatera Utara keluar menjadi pemenang. Coba kita simak iklan yang dibuat kawan-kawan Garin. Teksnya seperti ini. “Kuntilanak naik motor, yang mbonceng kepalanya gundul, main fisik kau.”
Kalau kita bandingkan dengan iklan Obama sungguh ibarat Jaka Sembung naik ojek alias “Nggak nyambung Jek!” Kita mengetahui karakter masyarakat Sumut dan juga calon gubernur yang gemar berolok-olok. Menang dengan olok-olok seperti itu sungguh hanya terjadi di Sumut khususnya atau Indonesia umumnya.

New Tribal Voters
Mari kita lihat bahwa dalam sepuluh tahun ini, komunikasi politik seharusnya belajar, ada peta baru di dalam iklan dan kontrak politik di Indonesia. Dan kita bisa menemukannya. Tapi celakanya, kita selalu mengambil model dari luar dan menerapkannya begitu saja. Dan komunikasi politik dalam sepuluh tahun terakhir ini harus memiliki laboraturium politik untuk mengkaji itu semua.
Ketika pada 1998 VAB akan membuat iklan, Garin melakukan riset, atas bantuan USAID, ke beberapa provinsi. Apa yang dinamakan partisipasi pemilih itu kompleksitasnya sangat tinggi. Tampaknya, kita mengalami apa yang disebut the new tribal, suku-suku baru. Menurut politik aliran, wilayah rural dan urban hampir 60% terjadi perubahan ini. Perubahan tidak hanya menyangkut wujud, tapi gaya hidup, ruang publik berubah. Agriculture dan industri berubah.
Karena itu, ketika Taufik Kiemas (suami Megawati) bertanya, bagaimana cara “memotong” SBY, di tengah berubahnya karakteristik pemilih. Garin menjawab, sangat sulit. Karena kita tidak punya pengalaman politik untuk memotong suara-suara independen, di mana apabila politik aliran dan politik kesetiaan mengalami perubahan yang dahsyat sekali. Kita mengalami quantum leap yang cepat sekali.
Lompatan karakter pemilih Indonesia yang bernama politik aliran itu cepat sekali.
Para konsultan kampanye, harus mendapatkan peta baru keindonesiaan dalam perilaku-perilaku ini. Misalkan, wilayah ibu-ibu, sangat komplek sekali. Bagaimana ibu-ibu di desa sudah sangat berbeda dibanding 1998, misalnya. Karena itu, di tengah neo tribal, kalau kita tidak melakukan pemetaan yang betul-betul detail dan kompleks, kita akan ketinggalan. Ketika di Tanah Abang, VAB bikin iklan Pak Bendot, dengan iklan bendera itu. Iklan itu merupakan hasil riset di 29 provinsi. Mereka ditanya apa pengertian demokrasi, untuk masyarakat menengah ke bawah.
Apa jawaban mereka? Bukan yang berpendidikan. Mereka menjawab, demokrasi adalah demonstrasi. Mengapa begitu jawabannya? Rupanya mesyarakat melihat dan menilai mahasiswa yang demonstrasi ya identik dengan demokrasi. Ini hanya satu kasus saja, mengakibatkan sebuah lompatan yang sangat luar biasa.
Tanpa memahami peta baru keIndonesiaan, pembuat iklan akan mendapat masalah terutama dalam proses kratifnya. Program diterjemahkan dalam proses kreatif, itu tidak mudah. Dengan peta buta hasilnya hanya artificial. Misalnya soal iklan yang mengandung multikultur. Cara gampangnya, kreator lalu mencari anak punk dan orang Cina berbicara. Saya pilih partai X, atau saya dukung calon Y. Padahal iklan adalah transformasi yang di dalamnya ada banyak faktor. Iklan adalah buah dari akar-akar. Tapi di iklan-iklan kita buahnya ya akar itu. Akarnya ya akar itu. Padahal mengubah akar mengubahnya luar biasa sekali. Masalah gaya, bahasa tubuh.

Kebangsaan dan Keberagaman
Menjelang pemilu 2009 iklan politik kian marak. Ada yang memperkenalkan partai, ada juga yang memperkenalkan tokoh partai, bahkan orang yang bukan siapa-siapa mengaku calon pemimpin bangsa. Layaknya iklan sabun cuci ada yang menyatakan pilihlah saya atau partai kami. Mereka jeli memanfaatkan momen tertentu seperti hari kebangkitan nasional, kemerdekaan sampai lebaran dan Natal.
Para konsultan politik dan pembuat iklan politik kini kebanjiran order. Dalam era bisnis saat ini partai atau capres adalah raja yang harus dilayani. Tetapi tidak bagi Garin. Pasalnya, meski hampir semua partai memilihnya untuk mengam-panyekan partainya dalam Pemilu 2009. Namun, Garin hanya memilih yang punya prinsip.
“Tahun ini, adalah tahun degradasi kebangsaan dan keberagaman. Saya menawarkan di teve, bahwa saya akan mendukung calon yang punya komitmen pada kebangsaan dan keberagaman, tanpa bayar,” kata Garin di layar kaca sebuah televisi. Karena komitmen Sultan mendukung pluralisme dan kebersamaan, maka kini Garin berada di barisan Sultan.
Kita bisa meng-assest pada setiap pemimpin dilihat dari sejarah dan karirnya terhadap nilai itu. Sayangnya di Indonesia tidak ada pemimpin yang dari bawah. Kaderisasinya di partai politik payah. Kalau Anda seorang kandidat dan tidak mau mengunjungi daerah miskin padat penduduk. Anda akan dikritik banyak orang. Pertanyaan mendasar, ngapain datang ke wilayah kecil, miskin, tak ada suaranya. Itu dari sisi pemenangan suara. Tapi dari sisi pendidikan politik, kalau kita punya komitmen, maka kita datang. Karena setiap suara adalah warga negara. Setiap konsultan politik akan mengalami paradoks, tentang kemenangan dan apa yang ingin diraih sebuah bangsa.
Iklan pemilu harus dikerjakan dengan serius. Semua harus melalui hasil riset. Ditemukannya demokrasi dan rasa tidak aman, adalah hasil riset, bahkan sampai mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai ahli. Dan ternyata tujuan pemilu kala itu adalah lima hal. Multikultur, anti kekerasan, demokrasi, bukan sebuah ketakutan, dan publik di ruang umum. Lalu semua dijabarkan. Multikultur kan bukan hanya Cina dan Jawa. Ada ruang publik yang bisa dimanfaatkan bersama.
Kini, semua proses politik hanya instrumental. Hanya bicara soal teknis, tidak ada filsafatnya. Pemilu harusnya bagaimana mendeskripsikan Pancasila dan falsafahnya.
Kalau kita lihat politik SBY saat ini, tampaknya dia tidak pernah menyentuh nilai-nilai yang terlalu sensitive, misalnya ujian negara (UN) bagi siswa SMP/SMA, itu tidak akan pernah dia sentuh. Pada wilayah-wilayah sensitive agama, dia letakkan kepada orang lain. Semua diletakkan pada orang-orang yang harus bertempur semuanya. SBY adalah jenius pada perencanaan, defensive tapi bagus.
Kalau kita lihat enam bulan belakangan ini. Keputusan-keputusan penting adalah memberikan kompensasi pada wilayah tiang-tiang politik, ekonomi, dan massa. Tentu dilakukan dengan sangat lembut dan terbatas. Siapa yang gajinya paling tinggi, tentu menteri keuangannya. Keputusan 20% (APBN untuk pendidikan) boleh diputuskan tapi peraturan pemerintahnya belum. Wilayah lama ditinggalkan tanpa meninggalkan konflik dan wilayah baru ditata dengan keseimbangan lagi. Seorang pesaing yang baik, harus tahu benar kejeniusan orang, kita belajar sekaligus melihat aspek-aspek, kejeniusan adalah lompatan tapi tidak sempurna. (Tri Agus Susanto Siswomiharjo)

Latar Belakang Sosiokultural
Iklan politik yang dibuat dan akan ditayangkan di media-media Indonesia tidak bisa serta merta mengadopsi pakem-pakem sebuah iklan politik dalam terminologi memperbandingkan (comparisons) atau memperlawankan (contrasting) sambil melakukan serangan (attacking) kepada lawan-lawan politik karena dirasakan tidak ‘terlalu’ etis secara sosial budaya.
Iklan politik yang dibuat untuk konteks konstituen Indonesia harus selalu memerhatikan faktor sosial budaya. Karena salah satu budaya Indonesia adalah paternalistik, maka jika seorang kandidat jabatan publik pada saat berkampanye melakukan perbandingan program dengan apa yang telah dilakukan pemerintah Orde Baru (ini hanya ilustrasi sebuah contoh saja) sambil menuding-nuding semua kesalahan Soeharto (kendati pun klaim-klaim itu benar), tetap saja si kandidat itu bisa dianggap sebagai orang yang tidak punya unggah-ungguh (sopan-santun) kepada orang tua.
Oleh karena itu, dengan alasan budaya sopan santun dan menghormati orang yang berusia lebih tua itu pula, Soeharto—yang kala itu menjadi penjabat Presiden RI menggantikan Presiden Soekarno menyusul penolakan MPRS atas pidato pertangggungjawaban Presiden Soekarno yang berjudul “Nawaksara,” pada tanggal 12 Maret 1967—tidak pernah secara tegas menguraikan apa saja kesalahan-kesalahan Soekarno. Namun Soeharto, seperti diuraikan dalam buku: “Soeharto: Ucapan, Pikiran dan Tindakan Saya,” justru melakukan apa yang diistilahkannya sebagai: “mikul dhuwur mendhem jero” (memikul tinggi-tinggi dan mengubur dalam-dalam).[i]
Dengan mengambil analogi di atas, berdasarkan latar belakang sosial budaya masyarakat Indonesia, kandidat yang beriklan tak akan dapat dengan leluasa melakukan pembeberan segala kelemahan lawan politik—dengan teknik comparisons dan contrasting—tanpa konsekuensi mendapatkan ‘tendangan balik’ dari khalayak konstituen yang berbalik tidak simpati kepada kandidat itu.
Mencermati buah pikiran Garin Nugroho, paling tidak terdapat beberapa faktor sosial budaya yang wajib diperhitungkan ketika kita akan membuat tayangan iklan politik di media-media Indonesia. Faktor-faktor itu adalah:
Perempuan Akan Dipilih di Masa Krisis. Saat Indonesia menderita krisis—menurut Garin Nugroho—seperti hampir dalam semua sejarah di dunia—kandidat perempuan akan memenangi kontestasi. Hal ini dilatarbelakangi oleh faktor sosiologis perdesaan, di mana jika desa sedang gagal panen, dan para bapak pergi mencari nafkah ke luar desa maka yang akan memegang tulang punggung perekonomian adalah ibu atau perempuan.


Gaya Berbahasa. Dalam berinteraksi sehari hari kita lebih banyak mengguna-kan bahasa tubuh (70 persen). Namun bahasa lisan juga memainkan peranan penting dalam membentuk pencitraan seorang tokoh atau kandidat. Mungkin fakta ini jarang dilihat. Ketika kandidat mengontraskan dirinya dengan posisi lawan dengan mengatakan ‘Inilah Tokoh Demokrasi’—Garin Nugroho yakin kandidat tersebut tidak akan menang. Mengapa? Dengan menyatakan diri sebagai lawan diametral terhadap posisi pesaing—dengan kata lain menggu-nakan ‘bahasa oposisi’—berarti telah keluar dari pakem budaya Indonesia. Karena sebagian orang Indonesia tidak suka istilah oposisi.

Ketokohan Patut Diperhitungkan. Garin Nugroho memberi “nasehat” kepada SBY perihal kasus Soeharto. Diperlukan sikap “diam” yang panjang jika ada pihak yang menanyakan sikapnya tentang Soeharto. SBY tidak perlu jadi pahlawan dengan berpolemik tentang penanganan kasus Soeharto. Jika SBY ingin menang dalam pemilu 2009, maka pertanyaan tentang Soeharto tidak perlu dijawab atau ditanggapi. Jika SBY membela Soeharto maka ia akan kehilangan suara dari golongan yang anti Soeharto. Tetapi kalau SBY setuju Soeharto diadili ataupun dikriminalkan maka ia akan kehilangan dukungan dari pihak pendukung Soeharto.

Berdebat Bukan Budaya Asli Indonesia. Budaya berdebat dalam pemilu di Indonesia dengan tujuan untuk memamerkan kepandaian bukanlah terambil dari khazanah budaya Indonesia. Garin Nugroho yakin bahwa perdebatan yang ditayangkan di media TV tidak akan berdampak psikologis luar biasa kepada khalayak pemilih dalam menentukan pilihannya. Untuk konteks Indonesia, kepandaian “bersilat lidah” dari seorang calon pemimpin tidaklah signifikan menentukan kemenangan dalam kontestasi. Pemimpin yang bertipe “mengalah” justeru biasanya akan menang.

Memperolok Diri Sendiri. Alih-alih membesarkan diri dengan mengatakan kita lebih hebat dari pihak lawan justru simpati akan mengalir jika kandidat berani mengolok-olok diri. Jurus memperolok diri justru ampuh membuat orang lain memilih kandidat yang bersangkutan. Gaya komunikasi memperolok diri cenderung membangkitkan impresi kepada pemilih bahwa kandidat seperti itu adalah rendah hati dan memiliki kecerdasan emosional tinggi. Namun dalam literatur Barat, tak satu pun tesis yang menganjurkan untuk ‘mengecilkan’ diri sendiri dalam rangka mendapatkan simpati pemilih.

Khazanah budaya Indonesia sangat kompleks. Menzalimi orang lain akan membuat sang penzalim sangat cepat menuai petaka yang berakibat turunnya pamor dan tumbangnya sang penzalim. Namun jika yang ‘dizalimi’ adalah diri sendiri dengan jalan mengolok-olok diri maka hasilnya akan sungguh dahsyat. Simpati dan suara publik akan mengalir kepada kandidat yang melakukan praktik mengolok-olok diri.

Postur dan Laku Tokoh. Postur dan tindak tanduk seorang kandidat dapat membuat perbedaan dalam benak pemilih. Sebagai contoh, Sultan Jogjakarta sebagai Raja Jawa tidak elok berjalan cepat. Ketika Garin Nugroho ‘menyetel’ gaya berjalan Sultan dengan gaya jalan bergegas seperti Obama, maka orang-orang (Jawa) di wilayah Jogjakarta dan sekitarnya melakukan protes karena Raja Jawa tidak boleh berjalan cepat seperti itu.

Contoh lain di Jogja, ketika Sultan akan naik panggung lalu diatur supaya ia melambaikan tangan kepada rakyatnya. Ternyata orang-orang tua di sana tidak bersetuju alias protes bahwa Raja Jogja tidak boleh melambai-lambaikan tangan seperti itu. Raja tidak boleh berjalan tergopoh-gopoh. Gaya Sultan berjalan harus seirama dengan ritme musik gamelan.

(Topan Redda Hasanuddin)

Rabu, 17 Desember 2008

INTERAKSIONISME SIMBOLIK


Pada dasarnya teori interaksi simbolik berakar dan berfokus pada hakekat manusia yang adalah makhluk relasional. Setiap individu pasti terlibat relasi dengan sesamanya. Tidaklah mengherankan bila kemudian teori interaksi simbolik segera mengedepan bila dibandingkan dengan teori-teori sosial lainnya. Alasannya ialah diri manusia muncul dalam dan melalui interaksi dengan yang di luar dirinya. Interaksi itu sendiri membutuhkan simbol-simbol tertentu. Simbol itu biasanya disepakati bersama dalam skala kecil pun skala besar. Simbol-misalnya bahasa, tulisan dan simbol lainnya yang dipakai-bersifat dinamis dan unik.
Keunikan dan dinamika simbol dalam proses interaksi sosial menuntut manusia harus lebih kritis, peka, aktif dan kreatif dalam menginterpretasikan simbol-simbol yang muncul dalam interaksi sosial. Penafsiran yang tepat atas simbol tersebut turut menentukan arah perkembangan manusia dan lingkungan. Sebaliknya, penafsiran yang keliru atas simbol dapat menjadi petaka bagi hidup manusia dan lingkungannya.

Faktor-faktor Penting
Keterbukaan individu dalam mengungkapkan diri-nya merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam interaksi simbolik. Hal-hal lainnya yang juga perlu diperhatikan ialah pemakaian simbol yang baik dan benar sehingga tidak menimbulkan kerancuan interpretasi. Setiap subyek mesti memperlakukan individu lainnya sebagai subyek dan bukan obyek. Segala bentuk apriori mesti dihindari dalam menginterpretasikan simbol yang ada. Ini penting supaya unsur subyektif dapat diminimalisir sejauh mungkin. Pada akhirnya interaksi melalui simbol yang baik, benar dan dipahami secara utuh akan membidani lahirnya berbagai kebaikan dalam hidup manusia.

TEORI TENTANG INTERAKSI SIMBOLIK, STRUKTURASI
INTERAKSIONISME SIMBOLIK
Awal perkembangan interaksionisme simbolik dapat dibagi menjadi dua aliran / mahzab yaitu aliran / mahzab Chicago, yang dipelopori oleh oleh Herbert Blumer, melanjutkan penelitian yang dilakukan George Herbert Mead. Blumer meyakini bahwa studi manusia tidak bisa diselenggarakan di dalam cara yang sama dari ketika studi tentang benda mati. Peneliti perlu mencoba empati dengan pokok materi, masuk pengalaman nya, dan usaha untuk memahami nilai dari tiap orang. Blumer dan pengikut nya menghindarkan kwantitatif dan pendekatan ilmiah dan menekankan riwayat hidup, autobiografi, studi kasus, buku harian, surat, dan nondirective interviews. Blumer terutama sekali menekankan pentingnya pengamatan peserta di dalam studi komunikasi. Lebih lanjut, tradisi Chicago melihat orang-orang sebagai kreatif, inovatif, dalam situasi yang tak dapat diramalkan. masyarakat dan diri dipandang sebagai proses, yang bukan struktur untuk membekukan proses adalah untuk menghilangkan inti sari hubungan sosial.
Tradisi yang kedua , aliran / mahzab Iowa mengambil lebih dari satu pendekatan ilmiah. Manford Kuhn dan Carl Dipan, para pemimpin nya, percaya konsep interactionist itu bisa diterapkan. Walaupun Kuhn menerima ajaran dasar interaksionalisme simbolik, ia berargumentasi bahwa metoda sasaran jadilah lebih penuh keberhasilan dibanding " yang lembut" metoda yang dipekerjakan oleh Blumer. Salah satu karya Kuhn adalah suatu teknik pengukuran yang terkenal dengan sebutan Twenty Statement Test.
Hari ini, menurut interactionism Bagus, simbolik telah menyatukan studi bagaimana, kelompok mengkoordinir tindakan mereka, bagaimana emosi dipahami dan dikendalikan, bagaimana kenyataan dibangun, bagaimana diri diciptakan, bagaimana struktur sosial besar mendapatkan dibentuk dan bagaimana kebijakan publik dapat dipengaruhi.
Di dalam bab ini kita berkonsentrasi pada interactionism simbolik klasik, gagasan dasar dari perkembangan, dan perluasan yang teoritis yang paling dikenali di dalam bidang komunikasi.

Aliran Chicago (Chicago School)
George Herbert Mead pada umumnya dipandang sebagai pemula utama dari pergerakan, dan pekerjaan nya [yang] pasti membentuk inti dari Aliran Chicago.
Herbert Blumer, Mead merupakan pemikir terkemuka, menemukan istilah interaksionlisme simbolik, suatu ungkapan Mead sendiri tidak pernah menggunakan. Blumer mengacu pada label ini sebagai “ suatu sedikit banyaknya pembentukan kata baru liar yang di dalam suatu jalan tanpa persiapan. Ke tiga konsep utama di dalam Teori Mead, menangkap di dalam jabatan pekerjaan terbaik yang dikenalnya, adalah masyarakat, diri, dan pikiran. Kategori ini adalah aspek yang berbeda menyangkut proses umum yang sama, sosial anda bertindak. Tindakan sosial adalah suatu sumbu konsep payung yang mana hampir semua psikologis lain dan proses sosial jatuh. Tindakan adalah suatu unit yang lengkap melakukan itu tidak bisa dianalisa ke dalam spesifik sub bagian. Suatu tindakan andangkin sederhana dan singkat, seperti ikatan suatu sepatu, atau andangkin saja merindukan dan mempersulit, seperti pemenuhan suatu rencana hidup. Tindakan berhubungan dengan satu sama lain dan dibangun ujung sepanjang umur hidup. Tindakan andalai dengan suatu dorongan hati; mereka melibatkan tugas dan persepsi maksud, latihan mental, dengan alternatif berat, dan penyempurnaan.
Dalam format paling dasar nya , suatu tindakan sosial melibatkan tiga satuan hubungan bagian: suatu awal mengisyaratkan dari seseorang, suatu tanggapan untuk isyarat itu oleh yang lain dan suatu hasil. Hasil menjadi maksud komunikator untuk tindakan. Maksud berada di dalam hubungan yang triadic dari semuanya.
Hubungan umur dapat meresap, memperluas dan menghubungkan sampai jaringan diperumit. Para aktor jauh diperhubungkan akhirnya di dalam jalan berbeda, tetapi kontroversi ke pemikiran populer, “ suatu jaringan atau suatu institusi tidak berfungsi secara otomatis oleh karena beberapa kebutuhan sistem atau dinamika bagian dalam: berfungsi sebab orang-orang pada poin-poin berbeda lakukan sesuatu yang, dan apa yang mereka lakukan adalah suatu hasil bagaimana mereka menggambarkan situasi di mana mereka disebut ke atas tindakan." Dengan ini gagasan untuk sosial bertindak dalam pikiran, kemudian, mari kita lihat lebih lekat di segi yang pertama dari analisa masyarakat Meadian.
Pertimbangkan sistem hukum di Amerika Serikat sebagai suatu contoh. Hukum tak lain hanya interaksi antar hakim, dewan juri, pengacara, para saksi, juru tulis, wartawan, dan orang yang lain menggunakan bahasa untuk saling berhubungan dengan satu dengan yang lain. Hukum tidak punya maksud terlepas dari penafsiran dari tindakan dilibatkan itu semua di dalamnya. kaleng Yang sama dikatakan untuk aliran / mahzab, gereja, pemerintah, industri, dan segmen masyarakat lain. Saling mempengaruhi ini antara menjawab ke orang yang lain dan menjawab ke diri adalah suatu konsep penting di dalam teori Mead, dan menyediakan suatu yang baik transisi kepada konsep detik - diri." nya
Diri mempunyai dua segi, masing-masing melayani suatu fungsi penting. Menjadi bagian dari yang menuruti kata hati, tak tersusun, tidak diarahkan, tak dapat diramalkan anda.
Bagi Blumer, object terdiri dari tiga fisik tipe(barang), sosial ( orang-orang), dan abstrak ( gagasan). Orang-Orang menggambarkan object yang dengan cara yang berbeda, tergantung pada bagaimana mereka biarkan ke arah object itu. Suatu polisi boleh berarti satu hal kepada penduduk dari suatu bagian tertua suatu kota tempat tinggal minoritas dan kepada hal lain. habitat suatu wilayah hunian indah; interaksi yang berbeda di antara penduduk dua masyarakat yang berbeda ini akan menentukan maksud yang berbeda pula.
Suatu studi yang mempesona, tentang penggunaan ganja ini oleh Howard Becker menggambarkan konsep objek sosial baik sekali. Isyarat menemukan bahwa para pemakai belajar sedikitnya tiga hal melalui interaksi dengan para pemakai lain. Yang pertama akan merokoknya dengan baik. Hampir semua Isyarat orang yang dipertemukan dengan dikatakan yang mereka mempunyai gangguan menjadi tinggi pada andalanya sampai orang yang lain menunjukkan mereka bagaimana cara melakukan itu. Ke dua, perokok harus belajar untuk menggambarkan sensasi yang diproduksi oleh racun sebagai “ hal yang tinggi." Dengan kata lain, individu belajar untuk membeda-bedakan efek ganja dan untuk menghubungankannya dengan merokok. Isyarat mengakui bahwa asosiasi ini tidak terjadi secara otomatis dan harus dipelajari_ melalui interaksi sosial dengan para pemakai lain. Sesungguhnya, beberapa pemakai berpengalaman melaporkan orang yang baru bahwa hali itu tentu saja memabukan dan tidak mengetahuinya sampai mereka diajar untuk mengidentifikasi perasaan itu. Akhirnya, para pemakai harus belajar untuk menggambarkan efek yang diinginkan dan menyenangkan. Lagi, ini tidaklah otomatis; banyak pemula tidak menemukan efek yang menyenangkan sama sekali sampai mereka lingkungan mereka menceritakan kepada mereka perlu
mempertimbangkannya.
Di sini, kita melihat ganja itu adalah suatu obyek sosial. Maksudnya diciptakan sedang dalam proses interaksi. Bagaimana orang-orang memikirkan obat ( pikiran)yang ditentukan oleh maksud itu, dan, pengambil-alihan kelompok masyarakat adalah juga suatu produk interaksi. Walaupun Isyarat tidak melaporkan informasi tentang self-concept yang secara rinci, adalah andadah untuk melihat bahwa bagian dari diri boleh juga digambarkan dalam kaitan dengan interaksi di dalam ganja masyarakat merokok.

Aliran Iowa
Manford Kuhn dan para siswa nya, walaupun mereka memelihara dasar prinsip interactionis, tidak mengambil dua langkah-langkah baru sebelumnya melihat di teori yang konservatif. Yang pertama akan membuat konsep diri lebih nyata, yang kedua, buatan yang andangkin pertama, menjadi penggunaan dari riset kwantitatif. Di dalam yang area belakangan ini, aliran / mahzab Iowa dan Chicago memisahkan perusahaan. Blumer betul-betul mengkritik kecenderungan dalam ilmu perilaku manusia untuk menerapkan; Kuhn membangun suatu titik ke lakukan yang terbaru! Sebagai hasilnya pekerjaan Kuhn beralih lebih ke arah analisa mikroskopik dibanding mengerjakan pendekatan Chicago yang tradisional.
Seperti Mead dan Blumer, Kuhn mendiskusikan pentingnya object di dalam dunia aktor. Obyek dapat manapun mengarah pada kenyataan orang: suatu hal, suatu andatu, suatu peristiwa, atau suatu kondisi. Satu-Satunya kebutuhan untuk sesuatu yang untuk menjadi suatu obyek adalah bahwa orang menyebut itu, menghadirkannya secara simbolik. Kenyataan untuk orang-orang menjadi keseluruhan dari object sosial mereka, yang mana selalu secara sosial digambarkan.
Suatu konsep detik bagi Kuhn menjadi rencana kegiatan, seseorang pola total teladan perilaku ke arah obyek ditentukan. Sikap, atau statemen lisan yang menandai adanya nilai-nilai ke arah tindakan yang mana akan menjadi diarahkan, dan memandu rencana itu. Sebab sikap adalah statemen lisan, mereka juga dapat mengamati dan mengukur. Apabila seseorang akan ke perguruan tinggi melibatkan suatu rencana kegiatan, yang benar-benar rencana besar, memandu dengan satu set sikap tentang apa yang anda ingin lepas dari perguruan tinggi. anda andangkin dipandu, untuk sebagai contoh, dengan sikap positif ke arah uang, dan sukes pribadi.
Sepertiga konsep bagi Kuhn menjadi wawancara lainnya, seseorang yang telah seara khusus berpengaruh di dalam hidup satu orang. Istilah ini penting khususnya yang bersinonim lainnya, seperti digunakan oleh Mead. Individu ini memiliki empat kualitas. Pertama, mereka adalah orang-orang untuk siapa individu secara emosional dan secara psikologis dilakukan. Ke dua, mereka adalah menyediakan orang dengan kosa kata umum, pusat konsep, dan kategori. Ketiga, mereka menyediakan individu dengan pembedaan dasar antara orang lain dan diri pribadi, mencakup yang merasa peranperbedaan. Keempat, orang lain melakukan komunikasi wawancara yang secara terus menerus menopang self-concept individu itu. wawancara Orang lain andangkin adalah di dalam saat ini atau masa lampau; mereka andangkin menyajikan atau absen. gagasan Yang penting di belakang konsep adalah bahwa individu ingin bertemu dunia melalui interaksi dengan orang yang lain tertentu yang sudah menyentuh hidup seseorang di dalam jalan penting.
Akhirnya, kita datang ke consep Kuhn yang paling utama tentang diri. Metoda Kuhns meliputi teori di sekitar diri, dan itu ada di area Ini yang Kuhn paling secara dramatis meluas ke interactionis simbolik. Self-Conception, rencana kegiatan individu ke arah diri, terdiri dari identitas seseorang, kebencian dan minat, tujuan, ideologi, dan evaluasi diri. Seperti (itu) self-conceptions adalah sikap penjangkaran, karena mereka bertindak sebagai kerangka acuan seseorang yang paling umum untuk menghakimi object lain. Semua rencana kegiatan yang berikut bersumber terutama semata dari self-concept itu.
Kuhn mengenalkan untuk suatu teknik mengenal sebagai Twenty Statemen Self-Attitudes ( TST) untuk mengukur berbagai aspek menyangkut diri. Jika anda akan mengambil TST yang anda akan dihadapkan dengan duapuluh ruang kosong yang didahului oleh instruksi sederhana sebagai berikut :
Jawablah seolah-olah anda sedang memberi jawaban untuk dirimu sendiri, tidak untuk orang lain. Jawablah agar mereka dapat masuk dalam pikiranmu. Jangan cemas tentang logika atau " arti penting." Bersama-Sama wajar dengan cepat, karena waktu terbatas.
Ada beberapa cara untuk meneliti tanggapan dari test ini, masing-masing pencabangan adalah suatu aspec yang berbeda menyangkut diri itu sendiri. Dua hal tersebut adalah variabel pemesanan dan variabel tempat. Variabel pemesanan menjadi sanak keluarga itu salience identifikasi adalah individu memiliki. Adalah tampak di dalam statemen mendaftar pada atas format itu. Sebagai contoh, jika daftar orang " Baptis" sebagian besar lebih tinggi dibanding “ menjadi ayah”, peneliti boleh menyimpulkan bahwa orang yang mengidentifikasi lebih siap dengan keanggotaan religius dibanding dengan keanggotaan keluarga. Variabel Tempat menjadi tingkat dimana pokok materi umumnya cenderung ke sama dengan consensual yang menggolongkan seperti " Amerika" dibanding/bukannya idiosyncratic, kualitas hubungan seperti " kuat"
Di dalam membuat nilai dari test sikap diri, anda dapat menempatkan statemen di dalam salah satu dari dua kategori. Suatu statemen adalah consensual jika itu terdiri dari suatu identifikasi kelas atau kelompok terpisah, seperti siswa, perempuan, suami, Baptis, dari Chicago, pramahasiswa kedokteran siswa putri, anak paling tua, siswa rancang-bangun. Statemen lain bukanlah uraian dari yang biasanya disetujui pada kategori diatas. Contoh sub consensual tanggapan bahagia, bosan, cantik, yang baik siswa, yang terlalu berat/lebat, istri yang baik , menarik. Banyaknya statemen di dalam consensual kelompok menjadi focus penilaian individu.

Teori strukturasi
Secara umum, interaksionisme simbolik memusatkan pada proses mikro, atau interaksi aktual yang terjadi antara orang per- orang melalui level kemungkinan terendah. Mereka membuat kasus yang mana proses mikro menciptakan struktur makro pada masyarakat, tetapi mereka tidak memerinci ide ini dengan baik, dan secara umum mereka juga mengakui dampakmyang berlawanan. Pengaruh struktur makro pada proses mikro. Teori strukturasi didesain sebagai penjelasan yang lebih komplit dari hubungan mikro dan makro.
Teori strukturasi, menurut gagasan sosiologis, Anthony gidden dan pengikutnya adalah teori umum dari aksi sosial.Theori ini menyatakan bahwa manusia adalah proses mengambilkan dan meniru beragam sistem sosial. Komunikator bertindak secara strategis berdasarkan pada peraturan untuk meraih tujuan mereka dan oleh sebab itu menciptakan struktur yang kembali untuk mempengaruhi aksi selanjutnya. Struktur mirip dengan hubungan pengharapan, peran grup dan norma-norma, jaringan komunikasi dan institusi kemasyarakatan keduanya berpengaruh dan dipengaruhi oleh aksi sosial. Struktur ini menyediakan setiap individu-individu denagn peraturan yang membimbing tindakan mereka, tetapi tindakan bertujuan membuat peraturan baru dan meniru pendahulunya. Ellis menyebut interaksi dan struktur sosial sebagai “braided entities”.
Gidden menyelesaikan debat antara kedua oarang yang menyatakan / berpegang bahwa tindakan manusia disebabkan oleh dorongan luar/eksternal dengan mereka yang menganjurkan tentang tujuan dari tindakan manusia. Gidden mengklaim kedua sisi tersebut dalam perselisihan ini adalah benar sebab kehidupan sosial adalah dua sisi mata uang. Kita melakukan sebuah tindakan secara sengaja untuk menyelesaikan tujuan-tujuan kita, pada saat yang sama, tindakan kita memiliki “ unintended consequenses” (konsekuensi yang tidak disengaja) dari penetapan struktur yang berdampak pada tindakan kita selanjutnya. Ketika kita melakukan suatu hal tertentu untuk mencapai tujuan kita, kita tidak sadar akan dampak-dampak dari tindakan dan konsekuensi strukturnya.
Gidden yakin bahwa strukturasi selalu meliputi 3 modalitas utama atau dimensi. Di antaranya adalah (1) penterjemahan (interpretasi), apa yang harus dilakukan (moralitas), dan bagaimana mendapatkan sesuatu dengan tepat (kekuasaan). Dalam hal ini, tindakan kita memperkuat dari struktur pemahaman, moralitas, dan tindakan.
Bayangkan sebuah kelompok yang telah dibentuk struktur dimana setiap orang di dalamnya diharapkan untuk berbicara dalam beragam topik. Seperti semua strukturasi, hal ini tidaklah direncanakan tetapi andancul sebagai konsekuensi yang tidak bermaksud dari tindakan yang bermaksud baik dari anggota pada sisa waktu. Pada skenario ini, norma interpretasi kadang muncul, yang mana sebuah grup memaknai sebagaimana layaknya seorang yang egaliter. Hal ini dianggap pantas unutk setiap orang untuk mengarahkan setiap asu dan tidak meninggalkan ketenangan pada satu subyekpun. Dan kekuatan/kekuasaan diakui untuk berbicara, sebagaimana individu menggunakan bahasa unutk saling mempengaruhi.
Pada praktek yang sesungguhnya, tingkah laku anda kadang-kadang dipengaruhi oleh struktur tinggal seperti peran “merapikan” atau menonjolkan norma yang digunakan sebagi contoh di atas. Agaknya, tindakan anda dipengaruhi oleh dan mempengaruhi beberapa elemen struktur yang berbeda pada waktu yang sama. Dua hal bisa terjadi.
Yang pertama, satu struktur bisa menengahi, yang lain, sebaliknya, produksi dari satu struktur dilengkapi dengan memproduksi yang lain. Sebagai contoh, kelompok kadang mungkin menghasilakn jaringan komunikasi. Tetapi hal ini dilakukan dengan menetapkan peran individu. Di sini, peran struktur memerlukan penegakan struktur yang lain yang tidak dapat ditentukan mana yang pertama. Hal ini adalah permasalahan paradoks klasik. Pertentangan memicu konflik, dan melalui, dialek dan ketegangan antara elemen yang bertentangan, perubahan sistem dihasilkan.

Diterjemahkan dan dirangkum dari Stephen W. Littlejohn (1995). Theories of Human Communication, 5th Edition. Belmont, Wadsworth Publishing Company

SELAMAT JALAN PAHLAWASN KOMUNIKASI AR. BULAENG


PAGI itu selasa 16 desember 2008 saya mendapatkan berita sedih. Sungguh sedih sampai saya tak bisa berkata apa-apa. Angin serasa berhenti berhembus, dunia seakan berhenti bergerak. Seorang dosen di Makassar telah meninggal dunia. Bapak Andi Bulaeng MS, telah berpulang ke Rahmatullah. Bulaeng adalah monumen yang paling idealis, dosen komunikasi Unhas yang paling cerdas dalam hal metodologi penelitian komunikasi. Sudah beberapa buku cerdas yang dihasilkannya, sebuah prestasi yang hingga kini tak bisa disamai dosen Komunikasi Unhas manapun, bahkan dosen-dosen muda sekalipun (yang konon katanya adalah yang terbaik dan lolos melalui seleksi ketat).Bagiku, Bulaeng tak ada duanya. Dosen yang paling disiplin dan paling mencintai pengembangan ilmu dan Jurusan Komunikasi di Unhas. Dalam benakku, beliau sering marah-marah, Namun anehnya, beberapa menit setelah marah ia bisa tertawa ngakak, tanpa beban. Beberapa hari setelah dimarahi, saya selalu sadar bahwa Pak Bulaeng melakukannya dalam konteks mendidik. Kadang-kadang, ia memang harus menjewer, tetapi tak sedikitpun tersisa dendam di hatinya. Ia memang menarik garis disiplin dan siapapun tak boleh melanggarnya, termasuk dirinya sendiri.Saat masuk Unhas, ia menjabat sebagai Ketua Jurusan Komunikasi. Ketika menjalani Ospek, ia memperkenalkan dirinya dengan cara unik. “Nama saya Andi Bulaeng. Kalau di Inggris disebut golden, kalau di Bone disebut ulaweng, dan di Makassar disebut Bulaeng.“ Kami semua mahasiswa baru tersenyum sebab bulaeng bermakna emas dalam bahasa Makassar. Ternyata, di balik wajah tegas itu, terselip sense of humor yang tinggi. Dan saat menjalani bina akrab, ia selalu hadir ditemani sejumlah dosen idealis seperti dirinya yaitu Pak Mansyur (alm), Kak Mul, dan Kak Syam.Ia sangat ketat dalam urusan nilai. Pernah sekali saya mendapat nilai C untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi. Saya memprotes dengan lagak sok pintar seperti mahasiswa yang sedang demonstrasi dengan semangat gegap gempita. Pak Bulaeng tetap tenang. Ia bertanya, “Siapa namamu?“ Ia lalu membuka daftar nilai dan menyuruh saya mencari namaku di situ. Terus dia berkata, “Kamu lihat sendiri, berapa kali kamu hadir, berapa tugas yang kamu kumpulkan, terus lihat juga berapa nilai ujianmu. Di situ juga ada hitungan saya secara matematis mengapa kamu dapat nilai C.“ Mendengar kalimatnya dan melihat sendiri nilaiku, saya tak bisa berkata apa-apa. Saya sadar bahwa saya sedang berhadapan dengan seorang dosen yang disiplin dan memberikan nilai dengan kalkulasi rasional, tidak asal-asalan. Ia punya perhitungan akurat dan tahu persis alasan memberikan nilai. Saya tahu bahwa dia benar dan menyadari ketololanku yang memprotes nilai. Lewat marahnya, dia telah mengajari saya.Yang bikin saya sedih adalah dalam waktu yang tidak lama, dua orang dosen terbaik di Jurusan Komunikasi Unhas meninggal dunia. Baik Pak Bulaeng dan Pak Mansyur adalah dua orang dosen yang lebih dari sekedar dosen. Mereka adalah guru-guru kehidupan yang abadi dengan caranya sendiri-sendiri. Mereka cinta ilmu dan menumbuhkan kedewasaan mahasiswanya. Saya sedih karena saya tidak terlalu yakin jika saat ini ada dosen sekaliber beliau dalam hal kecintaan pada Ilmu dan Jurusan Komunikasi. Saya tidak terlalu yakin kalau semangatnya --yang bikin saya merinding itu-- akan diwariskan kepada banyak dosen komunikasi di Unhas. Barangkali, saya hanya bisa menghitung dengan jari di satu tangan. Itupun saya tak terlalu yakin. Mengapa sih mereka yang baik-baik harus cepat berpulang?Mungkin saya agak terbawa suasana hati. Saya tahu bahwa mahasiswa Komunikasi saat ini tidak mengenal siapa Pak Bulaeng. Mahasiswa Komunikasi saat ini sangat rugi karena tidak bisa melihat keteladanan dari monumen idealis itu. Ia memang sudah lama sakit dan tidak pernah mengajar. Tetapi bukan berarti perhatiannya pada jurusan hilang sama sekali. Beberapa bulan yang lalu, saya ketemu dosen Syamsuddin Azis (Kak Syam). Saya sempat menanyakan kabar Pak Bulaeng. Kak Syam tercenung sesaat kemudian bercerita bahwa Pak Bulang masih sakit parah. Ketika Kak Syam menjenguknya, Pak Bulang tak bisa bicara banyak. Kata Kak Syam, menjelang ia pulang, saat itu Pak Bulaeng sempat memeluknya. Di tengah sesaknya dan himpitan penyakit yang menggerogoti tubuh kurusnya, Pak Bulaeng masih sempat berbisik dengan suara parau, “Syam, saya sedih kalau ingat jurusan. Tolong kau perhatikan jurusanta.“ Ada nada kebanggaan sekaligus keprihatinan ketika mengatakan jurusanta. Seperti saya katakan sebelumnya, Pak Bulaeng adalah monumen paling idealis di Komunikasi Unhas.(*)


Original text http://www.timurangin.blogspot.com/ (Yusran Darmawan)

IKLAN POLITIK SEBAGAI MEDIA PENCITRAAN YANG EFEKTIF ?


Kemenangan SBY-JK pada Pemilu 2004 yang notabene didukung oleh Partai kecil, telah membawa perubahan Budaya Politik baru bagi Indonesia yakni Budaya Politik Populis. Yang mana citra adalah faktor penentu dalam memenangkan Pemilu. Untuk itu banyak politisi beranggapan bahwa Iklan poltik adalah salah satu sarana pencitraaan yang paling efektif untuk menciptakan popularitas di tengah melemahnya mesin partai dan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
Meskipun masih terbilang baru, di Indonesia yakni pertama kali mucul dalam Pemilu1997, Kemudian makin marak pada selanjutnya. Misalnya pada Pemilu 2004 lebih dari 4000 spot iklan politik ditayangkan melalui berbagai stasiun TV. Dan pada jelang Pemilu 2009 ini meskipun sempat diramallkan akan meningkat namun seiring dengan resesi Global yang melanda dunia, maka ada kemungkinan Iklan politik pada jelang 2009 ini tidak semarak pada Pemilu 2004.
Terlepas dari marak atau tidak tidaknya Iklan Politik pada pemilu 2009 ini namun hal yang perlu dicatat adalah jenis Iklan Politik di Indonesia jika dibandingkan dengan Pemilu 2004 adalah makin beragamnya jenis Iklan Politik. Ada yang memposisikan diri sebagai oposan, ada pula yang mempersentasikan keberhasilan keberhasilannya selama memerintah. Hal tersebut merubah wajah Iklan politik di Indonesia yang mana pada tahun 1999 kebanyakan iklan politik berisikan tentang teknis pemilihan, Pemilu 2004 sudah mulai memaparkan visi dan misi, dan slogan-slogan khas, serta akronim-akronim nama dari setiap pasangan calon. Pada pemilu tahun 2009 ini ada trend saling serang pada lawan-lawan politik mulai terlihat dalam iklan politik, meskipun belum terlihat adanya direct attacking, atau penyerangan secara langsung kepada lawan lawan politik.
Namun pertnyaan yang kemudian muncul adalah seberapa efektifkah Iklan politik untuk dapat meraup suara pemilih ? hal ini tentu masih debatable sebab dengan Iklan saja belum tentu dapat mempengaruhi oponi pemilih, karena penictraan tentu juga harus diiringi dengan reputasi yang baik kalau tidak maka yang muncul hanyalah Partai atau kandidat yang populer namun tidak electability. Bagaimanapun ketika kita berbicara mengenai pencitraan pencitraan maka kita akan berhadapan dengan sesuatu yang kompleks . Tidak pernah ada rumus tunggal, tentang bagaimana mencitrakan suatu tokoh atau partai dan bagiamana Tokoh atau Partai tersebut tercitrakan (garin Nugroho) Jika melihat dari efektifitasnya dan efek yang ditimbulkan, maka bisa dibilang hanya iklan gerindra yang bisa dianggap menuai hasil yang cukup siginifikan. Dan yang harus dicatat adalah Iklan gerindra bukanlah Iklan yang dikemas dengan kemasan yang bagus, ini karena yang disasar oleh Gerindra adalah kelas menengah ke bawah, kelas petani, nelayan, pedagang yang senang dengan suasana kelompencapir. Bukan suasana eksotisme seperti yang disenangi oleh kelas menengah atas, hasilnya kayak apa ? memang nanti masih harus dibuktikan lagi pada pemilu 2009.
Pemasangan Iklan politik di media massa banyak memiliki kelemahan dan kekurangan. Selain tidak banyak mengandung unsur pendidikan politik bagi masyarakat, iklan politik kurang memperhatikan fungsi iklan dalam setiap kegiatan politik. akibatnya iklan, poster, lagu dan lain-lain terpasang di mana mana dan relatif (baru) merupakan communication without substance or image over substance bahayanya: suka cita janji besar-besar tanpa detail, membuat semua perasaan bergejolak (seolah olah rakyat sedang menantikan kehadiran messiah) sehingga ekspektasi menjadi melambung jauh begitu tinggi di tengah politik citra, apalagi dengan jarak yang terasa begitu jauh antara janji-janji nan indah dengan kenyataan kerasnya kehidupan rakyat.

Tujuan Iklan Politik
Menrut Brian Mc Nair, Iklan politik, adalah “the purchase and the use of advertising space, paid for commercial rates, in order to transmit political messages to mass audience” (McNair,2003:94). Jika melihat dari tujuan, maka tujuan utama dari iklan politik adalah informatif-persuasif, Periklanan politik menginformasikan kepada pemilih bahwa dengan memilih kandidat atau partai tertentu maka kualitas hidup mereka bisa berubah. Selain itu Iklan politik juga dapat menciptakan persaingan antar peserta Pemilu.
Iklan politik yang bermanfaat adalah ia dapat memberi perangsangan kepada masyarakat agar menjadi konstituen yang cerdas dan mandiri. Maka, untuk itu iklan politik seharusnya bersifat etis.
Nah dari segi etika komunikasi inilah maka seharusnya sebuah Perhatian utama iklan politik adalah memberi pemilih suatu sudut pandang yang disampaikan oleh partai politik atau seorang kandidat. Namun yang sering terjadi selama ini adalah komersialisasi politik tanpa mengindahkan etika politik. Seperti pemanfaatan teknologi untuk memanipulasi diri demi tampilan palsu atau teknik editing (penyuntingan, berupa penambahan atau pengaturan naskah atau pengubahan dan penyusunan kembali suatu adegan untuk menciptakan impresi palsu, dramatisasi visual, penampilan, make-up, warna rambut, kilauan senyum manipulasi teknologis tersebut menghalangi kemampuan informed electorate untuk membuat pilihan rasional.
Belum lagi slogan-slogan tentang demokrasi tentang kebangsaan. Seolah-olah itu adalah menu wajib dalam setiap pesan pada Iklan Politik. Kata-kata mantra seperti itulah yang tidak jelas maknanya bagi masyarakat, membuat tujuan daripada Iklan politik ibarat pepatah makin jauh panggang dari api. Dan pada akhirnya masyarakat sendiri yang dirugikan karena tidak adanya informasi yang jelas kepada siapa suruh akan diberikan, dan yang palling dirugikan adalah si pemasang Iklan itu sendiri sebab mengeluarkan sejumlah uang untuk tujuan yang belum jelas akan tercapai.
Untuk itu Bahasa pesan dalam Iklan politik harus dipikirkan betul, pada segmen mana, media mana, dan juga keterangan apa yang mau disampaikan dalam pesan tersebut. Dan Iklan politik itu harus bisa berkerja pada ranah itu. Jika melihat dalam konteks indonesia, ada keunikan tersendiri di dalam iklan politiknya yang berbeda dengan negara lain yaitu permainan ”Kata” dan itu memang menjadi suatu bagian dari masyarakat dengan tradisi lisan yang kuat. Hal inilah yang jarang diperhatikan oleh para konsultan politik, yang selalu menyamakan kondisi sosio budaya masyarakat ini sama dengan kondisi sosio budaya masyarakat yang ada di amerika ataupun Eropa. Sehingga dalam membuat startegi kampanye acap kali melakukan kekeliruan dalam menerapkan strateginya. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla dalam menanggapi kemenangan Barrack Obama pada US Election Bahwa ”kita tidak bisa serta merta mencaplok strategi pemengangan Barrack Obama untuk diterapkan di Indonesia, karena kondisi masyarakat di sini sangat jauh berbeda dengan kondisi Masyarakat di Amerika Serikat”

TYPOLOGI IKLAN POLITIK
Ada tiga cara dalam iklan dalam berkomunikasi yaitu tiga cara menyampaikan pesan secara positif, negatif dan black campaign. Pada tahapan iklan positif biasanya para pemasang iklan menyerukan agar dia dipilih karena sejumlah program dan kepribadian yang electability. Negatif campaign adalah seruan ajakan agar masyarakat memilih kandidat atau Parpol dikarenakan pesaingnya lemah atau buruk. Untuk iklan jenis ini dapat kita lihat pada Iklan Hanura yang mengkritik pemerintah karena menaikkan Harga BBM padahal sebelumnya telah berjanji untuk tidak menaikkan harga BBM. Dan Kemudian black campaign adalah iklan politik yang bersifat fitnah, dalam artian apa-apa yang disampaikan tidak berdasarkan pada kebenaran yang nyata, atau juga pembohongan Publik yakni melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan namun demikian kebutuhan beriklan hal tersebut dilakukan, seperti Iklan salah seorang menyatakan dirinya sebagai kandidat presiden demi kebutuhan Iklan yang rela melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukannya. Mengunjungi daerah-daerah terpencil, berpelukan dengan masyarakat-masyarakat di sana.
Iklan poltik selayaknya fokus pada suatu isu, terdapat time frame diikuti degan track record. Dan jelas posisinya apakah attacking atau contracting. Mengingat fungsu Iklan adalah sarana untuk menyampaikan subtasni. Dan Iklan harus diiringi dengan tindaklan konkrit di lapangan.
Iklan yang baik adalah berbasiskan data yang otentik dan bisa dipertanggung jawabkan. misalnya kemiskinan meluas maka harus disertakan dengan data. Meskipun dalam penggunaan data terutama untuk konteks Indonesia, cenderung masih debabtable, tergantung versi mana yang digunakan. Misalnya kategori kemiskinan menggunakan kategori standar internasional (world Bank) yakni mereka yang dikatakan miskin adalah mereka yang berpendapatan 2 dolar ke bawah dalam sehari, sementara versi BPS mereka yang miskin adalah mereka yang berpendatapatan di bawah setengah dolar per hari, maka tentu ini akan menimbulkan perbedaaan yang sangat signifikan antara kriteria world bank dan kriteria BPS. Meskipun demikian perdebatan ini tidak menarik bagi mereka yang hidu di bawah garis kemiskinan, mereka sama sekali tidak pernah mempermasalahkan a apakah kemiskinan bertambah di indonesia atau tidak, asalkan mereka tidak bertambah miskin itu sudah bagus.
Dalam iklan harus ada accoutability yang mana masyarakat harus benar-benar merasakan apakah aspirasinya terwakili oleh partai atau kandidat yang beriklan. Untuk mengetahui apakah iklan tersebut accountibility atau tidak ini hanya dapat ditentukan pada saat masyarakat memberikan suaranya di bilik suara nanti. Akuntabilitas bisa dibangun melalui janji-jani konkrit yang bisa dijewantahkan dalam kerja nyata. Untuk itu setiap Patpol dan kandidat haruslah berhati hati dalam menyampaikan pesan-pesan politiknya sebab hal tersebut bisa menjadi bumerang apalagi janji ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
Bagaimana pun, jika tujuan kampanye adalah untuk membentuk pemilih yang berpengetahuan, maka kampanye harus berlandaskan kebenaran. Sebagian besar konsultan politik mungkin benar ketika mereka memandang iklan negatif sebagai format sah bagi informasi yang ditujukan kepada pemilih, suatu cara pemberian informasi kepada publik tentang posisi atau karakter dari pesaing.
Melalui Iklan negatif para pemilih akan mendapat informasi yang baik dan solid sebagai dasar pengambilan keputusan. Iklan seperti itu juga lebih efektif, iklan negatif yang berfokus pada isu-isu akan lebih efektif daripada yang berfokus pada serangan terhadap individu [citra].
Iklan politik melalui TV masih dianggap penting sebab melihat dari segi efektifitasnya yang dapat menjangkau sebagian besar pemilih dalam waktu singkat. Bayangkan jika setiap kandidat yang tidak beriklan dan harus melakukan pemasaran politik secara langsung ke masyarakat maka bisa berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menemui satu persatu pemilih. Atau dengan memanfaatkan tim sukses maka bisa saja pesan yang disampaikan akan tereduksi karena sudah melalui banyak tahapan.. Dan dengan beriklan melalui TV pesan-pesan yang disampaikan dapat secara langsung disampaikan ke masyarakat tanpa harus takut tereduksi atau memakan waktu yang lebih banyak. Namun demikian, melalui Iklan saja tentu itu bukan jaminan akan terpilihnya seorang kandidat. Bagaimanapun menemui langsung pemilih di lapangan masih merupakan suatu hal yang penting, apalagi di tengah anomali masyarakat yang tidak begitu percaya lagi denganj partai atau politisi, maka dengan menemui mereka langsung di lapangan paling tidak bisa sedikit membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap kandidat ataupun parpol.


MENGUKUR KEBERHASILAN PENCITRAAN DALAM IKLAN POLITIK
Pemikiran dan penilaian rasional tentang iklan merupakan komponen dasar dari seorang manusia yang kemungkinan besar dapat mempengaruhi komponen berikutnya (Sumartono, 2002, p.66 dalam Ponang Lipmad wirawan). Iklan (politik) bukan hanya sekedar alat jualan, untuk memasarkan kandidat atau partai tertentu agar dapat dipilih oleh masyarakat, tetapi merupakan proses untuk membentuk persepsi. Karena itu iklan seyogyanya dapat menjaring perhatian banyak orang untuk menaruh perhatian lewat gambar, warna, maupun ukuran dan unsur-unsur lainnya, sehingga masing-masing orang mempunyai pandangan terhadap iklan tersebut. Tentunya orang yang melihat iklan tersebut dapat menginterpretasikan iklan tersebut sesuai dengan pandangan mereka. Pandangan tersebut adalah persepsi. Faktor persepsi berperan penting, dimana inti dari komunikasi adalah untuk membentuk persepsi seseorang, dengan cara mencuri perhatian.
Untuk imengetahui apakah iklan tersebut telah dapat mempengaruhi persepsi seseorang maka dibutuhkan suatu assesment, berkaitan dengan efektifitas pencitraan dalam iklan politik, scara sederhana, untuk mengetahui sebuah iklan politik tersebut berhasil baik atau tidak, ada dua ukuran yang seringkali digunakan untuk mengukur keberhasilan iklan yakni advertising recall dan message recall. Advertising recall berbicara tentang iklannya sendiri yang diingat dengan baik oleh target audiencenya sehingga ketika proses pengambilan keputusan berada pada information search, tanpa stimuli tertentu iklan ini muncul di benak Voters dan mendorong Voters untuk memilih kandidat atau parpol tertentu dalam beriklan. Sedangkan message recall mengukur tentang ditangkap atau tidaknya pesan yang dibawa oleh iklan.
Kedua tolak ukur di atas mengarah pada dua hal yakni ad-likability, yakni tingkat kesukaan pada iklan dan product likability, yakni tingkat kesukaan pada produknya sendiri jika dikaitkan dengan iklan politik kesukaan pada kandidat atau partai dan isu yang dibawakan. Dua likability ini akhirnya bermuara pada preferensi dan buying intention. Dengan demikian perlormance iklan tidak cukup kalau hanya mendapatkan ad-likability dan tidak bisa mendapatkan product likability.
Untuk itu hal yang paling menentukan dalam keberhasilan Iklan politik, selain estetika yang bagus adalah isi dari pesan apa yang mau disampaikan. Secara umum pesan dalam Iklan politik haruslah bisa menjelaskan mengapa seorang kandidat atau partai Politik layak dipilih, dan mengapa pemilih harus memilih yang ini bukan yang itu. Kedengarannya memang cukup sederhana, namun pada saat implementasi di lapangan akan banyak terjadi kerumitan.
Mengingat dalam keseharian para pemilih banyak dibombardir oleh ragam informasi, mulai dari berita di TV, Radio, koram dan media lainnya, informasi dalam kelompok sosial di mana pemilih berada, dan juga pesan dari lawan politik lainnya. ;perang informasi inilah yang perlu disikapi secara lebih arif oleh sang pembuat pesan. Untuk itu ada beberapa kriteria pesan yang efektif dalam beriklan yakni :
pesan harus strike to the point, pemilih tidak lagi memerlukan ceramah tentang persatuan, tentang demokrasi, karena itu tidak langsung menyentuh pemilih terutama di indonesia, yang dibutuhkan oleh pemilih adalah bagaiamana ia bisa mendapatkan kebutuhan fisiknya, dalam hal ini pekerjaan, pendidikan yang baik baru kemudian hal hal lainnya. Berikut ini adalah piagram kebutuhan menurut Abraham Maslow yang dapat dijadikan oleh pembuat pesan dalam menyusun pesan politiknya agar bisa lebih menyentuh ke masyarakat :
Untuk konteks Indonesia yang mana sebahagian besar masyarakatnya belum dapat memenuhi hajat hidupnya yang mendasar dan penuh ketidak pastian dalam hal masa depan, maka pesan yang disampaikan dalam janji-janji kampanyeseyogyanya menyentuh hal-hal yang condong pada dua hal yakni pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan dan papan, kemudian kebutuhan keamanan dalam hal ini mencakup pekerjaan, pendidikan, jaminan sosial dan sebagainya.


BAGAIMANA PENCITRAAN DALAM IKLAN POLITIK BERKERJA
citra adalah gambaran manusia mengenai sesuatu, atau jika mengacu pada Lippman citra adalah persepsi akan sesuatu yang ada di benak seseorang dan citra tersebut tidak selamanya sesuai dengan realitas sesungguhnya. Di sinilah yang menjadi kelebihan sekaligus menjadi kekurangan daripada iklan politik dalam hall pencitraan. Melalui iklan politik kita bisa jadi melakukan editing, dengan memberi sedikit pewarnaan, yang berkulit hiitam nampak lebih bcerah, yang berwajah preman bisa menjadi semanis permen. Namun bahanya jika teknik editing ini digunakan secara berlebihan maka yang terjadi adalah deception atau pembohongan publik. Inilah yang harus betul-betul diperhatikan oleh para pekerja politik yang masih tetap setia pada sistem nilai.
Essensi daripada iklan politik adalah penyampaian pesan dengan memanfaatkan ruang komersil yang mana penggunaannya seorang penyampai pesan harus membayar dengan sejumlah uang. Atau singkatnya Iklan politik adalah penyampaian pesan melalui media massa.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah mengapa media massa memiliki kedigdayaan yang tinggi dalam mencitrakan atau tercitrakannya seorang kandidat atau tokoh politik ? yang pertama yang harus dicatat adalah, realitas yang disampaikan oleh media adalah realitas tangan kedua, dalam artian apa yang ditampilkan oleh media sudah melewati tahapan seleksi, atau gate keeping. Sehingga kesalahan-kesalahan sekecil apapun bisa disingkirkan, berbeda halnya jika kampanye dilakukan secara langsung di lapangan, kita tidak dapat mengkoreksi kesalahan yang kita lakukan karena memang tidak ada kesempatan untuk itu. Misalnya pada suatu kejadian kampanye Politik melalui Rapat umum pada suatu PILKADA di salah satu kabupaten, di sana calon Bupati berkoar-koar mengenai janji politiknya, sampai pada janjinya untuk menciptakan lapangan kerja dengan penuh percaya diri sang calon Bupati menyampaikan pesan ”karena daerah ini adalah wilayah pegunungan dan terdapat banyak tanaman kapas, maka untuk itu, saya akan membangun pabrik ”Tektil” (yang dimaksud adalah tekstil), mendengar kesalahan ucap tersebut sang konsultan buru buru membisikkan ” Pak Kurang ”S” disela begitu sang kandidat terdiam sebentar lalu berkata ”oh iyah maaf, saya juga akan membangun pabrik Es”
Nah dari sepenggal cerita di atas, dapatlah kita mengetahui bahwa kelebihan daripada Iklan politik adalah kesalahan-kesalahan bisa direduksi, tapi tentu hal tersebut tidak berlaku pada acara siaran langsung.
Nah kembali ke masalah pencitraan melalui media massa, pencitraan melalui media selalu dianggap efektif dalam membentuk citra, karena sebagian besar masyarakat di indonesia tidak memiliki akses kepada informasi, dalam hal ini mengecek hal-hal yang ditayangkan melalui media massa untuk mengetahui kebenarannya. Dan yang terjadi adalah masyarakat cenderung menerima suatu informasi hanya berdasarkan apa yang diterimanya melalui media massa.
Dan pada akhirnya seseorang tercitrakan hanya berdasarkan pada realitas kedua. Televsisi menyajikan Iklan seseorang kandidat presiden yang menyatakan mewakili pedagang tradisional, dengan narasi dan gambar yang begitu meyakinkan, dan masyarakat akan percaya begitu saja. Mereka tidak pernah tahu, apakah benar selama ini kandidat tersebut pernah belanja di pasar tradisional atau tidak, atau iklan kandidat yang selalu menghargai orang-orang yang berprestasi sementara di sisi lain sang kandidat tersebut sama sekali tidak memiliki reputasi. Dan masyarakat yang sama sekali tidak memiliki media literacy akan menelan mentah mentah pesan-pesan tersebut.
Pencitraan oleh media massa ini tentu akan membeentuk persepsi yang timpang, bias dan tidak cermat. Sehingga tercipatalah apa yang disebut sterotip, aatau gambaran singkat tentang Individu, masyarakat,. Kelompok, profesi yang tidak berubah ubah, klise dan seringkali tidak benar dan bersifat timpang. Jadi memang pada dasarnya, pencitraan seseorang bisa terbentuk melalui media massa, karena media massa sebagai realitas kedua, selalu menampilkan sesuatu secara selektif, dan menampilkan sesuatu dengan tidak sebenarnya.


IKLAN POLITIK BUKAN SATU-SATUNYA JALAN BAGI PENCITRAAN
Kathleen Hall Jamieson, Dean of the Annenberg School for Communication at the University of Pennsylvania dan Director of the Annenberg Public Policy Center (Crawford 2004:2) berpendapat bahwa iklan politik sekarang merupakan ‘the major means by which candidates for the presidency communicate their messages to voters’. Maka tak heran apabila kemudian Indonesia yang sedang Para kandidat atau partai politik mengalokasikan 70 % anggaran kampanyenyaa untuk paid media coverage. Dengan begitu diharapkan popularitas bisa mencuat secara instant, dan pilihan rakyat akan tertuju padanya. Namun yang menjadi masalah adalah bentuk Iklan politik di Indonesia lebih banyak berupa parade wajah, dan Hantu. Liat saja bagaimana Megawati soekarno Putri dalam setiap Iklan Politiknya selalu menampilkan mendiang mantan presiden Soekarno, sebagai latar. Hal ini mungkin bisa saja menjadi daya tarik tersendiri namun sebenarnya itu adalah salah satu bentuk dari politik. Dan lebih yang disayangkan adalah rata-rata para kandidat yang beriklan tidak menyampaikan sesuatu yang konkrit, melainkan janji –janji kosong atau slogan slogan tanpa makna. Inilah yang disebut sebagai communication without substance.
Beriklan besar-besaran memang terbukti dapat mendongkrak popularitas secara instant. Namun, bermodalkan popularitas saja tidak mejamin electability. Pemilih di Indonesia sudah jenuh dengan janji – janji dan slogan slogan kosong. Bagi pemilih, hal yang lebih penting adalah kerja nyata, bukan nampang, citra, apalagi sekadar nama tenar. Iklan politik, seperti apapun kemasannya, hanyalah salah satu upaya memperkenalkan diri kepada publik.
Kebanyakan Para kandidat atau partai yang beriklan menganggap Iklan Politik seperti ramuan Mujarab penjual obat satu obat untuk banyak penyakit, seolah olah dengan beriklan segala penyakit yang berhubungan dengan citra dan popularitas, padahal hal yang mendasar dalam pencitraan politik bahwa pencitraan tidak hanya dapat dilakukan melalui Iklan, namun ada bentuk lain yang bernama political Public relation.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa Iklan politik memiliki banyak kelemahan, sebagai sebuah bentuk daripada komunikasi politik. Karena pesan yang diterima lebih berbentuk semcam propganada penuh bias dan terbatas karena durasi yang singkat daripada iklan tersebut. Iklan politik tidak pernah mau melihat apakah auidence setuju atau tidak setuju dengan pesan yang disampaikan, bagi pemilih yang terrdidik mereka sadar bahwa pesan-pesan yang disampaikan adalah komunikasi lipstik atau komunikasi poleesan. Dengan alasan tersebut, maka bisa dikatakan Iklan politik adalah bentuk komunikasi persuasi yang terbatas. Bahkan kadang Iklan tidak begitu diperhatikan karena sudah dianggap sebagai spam. Dan di sinilah keunggulan daripada political public relation, selain free acsess media, pesan yang disampaikan lebih dapat dipercaya, dan mendapat perhatian publik. Dan durasinya relatif lebih lama daripada Iklan politik itu sendiri.
Selain itu Political public relation sangat berkaitan erat dengan penonjolan yang dilakukan media massa. Karena salah satu fungsi daripada fungsi media massa adalah memberikan status. Karena sering mendapat media coverage, berupa pemberitaan, atau jadi pembicara pada acara diskusi di TV, maka hal tersebut efek pada naiknya status daripada tokoh atau partai tersebut.
Dalam dunia jurnalisti ada isstilah “name make news”, tapi jika berkaaitan dengan masalah pencitraan maka ada isstilah yang dikenal sebagai “news make name” tokoh yang sering diberitakan oleh media massa akan lebih kredibel di tengah masyarakat di banding mereka yang sering beriklan. Sebagaimana pameo yang diungkap oleh lazarsfeld dan Merton ” Jika anda orang penting, maka anda akan sering diperhatikan media massa; dan jika anda sering diperhatikan media massa maka anda orang yang penting (Jalaluddin Rakhmat Hal. 225).
Meskipun demikian mencitrakan tokoh atau partai melalui Political Public Relation bukanlah sesuatu hal yang mudah. Dibutuhkan kerja kerja nyata dan prestasin tertentu untuk mendapat perhatiaan dari media massa. Selain itu, pesan pesan yang disampaikan tidak sepenuhnya dapat dikontrol. Pada akhirnya Prestasi menentukan Prestise.

Kepustakaan

Chaffee, Steven H., Michael J. Petrick, Using the Mass Media, Communication Problems in American Society, New York: McGraw-Hill, Inc., 1975

Crawford, Darlisa, Television Primary Information Source for Most 2004 Voters,
http://usinfo.state.gov/dhr/Archive/2004/May/21-752499.html

DiClerico, Robert E., Allan S. Hammock (ed), Points of View, Readings in American Government and Politics, Fifth Edition, New York: McGraw-Hill, Inc.,1992
Graber A Dorris , Media Power in Politics, Congressional Quarterly Inc USA 1990
Hall, Jane, Gore Media Coverage – Playing Hardball, http://archives.cjr.org/
00/3/hall.asp, 2000

Janda, Kennet, Jeffrey M. Berry, Jerry Goldman, The Challenge of Democracy, Government in America, Boston: Houghton Mifflin Company, 1987
Jr Denthon Robert E, Political Communication Ethics An Oxymoron ? acknowledgment 2000

Kaid, Lynda Lee, Political Processes and Television, http://www.museum.tv/Archives/
etv/P/htmlP/politicalpro/politicalpro.htm
Kaid, Lynda Lee dan Bacha Christina Holtz, Political Advertising, Sage Publications inc 2006

Malik dedy jamaluddin dan iriantara Yosal Komunikasi Persuasif Rosda Karya bandung 1993
McNair, brian , An Introduction To Political Communication London and New York Routledge 2003
Messaris, Paul, Visual Persuasion The Role of Image in Advertising, Sage Publications Inc 1997
Rakhmat Jalaluddin, Psikolgi Komunikasi Rosda Karya Bandung 1981


Setiyono, Budi, Iklan dan Politik menjadring suara dalam Pemilu Ad Goal Com, Jakarta, Galang Press, Yogyakarta, Buku Kita Jakarta 2008

Lilleker G Darren dan Marshment Lees Jennifer, Political Marketing A comparative perspective, manchester University Press 2005

Wirawan ponang limpard, Artikel Iklan Politik di Indonesia, Antara Popularitas dan Kredibilitas
- Citra dan Iklan yang efektif